Agar Gerakan Shalat tetap Sempurna Hingga Akhir Hayat
- 22 Feb 2026 16:28 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Bagi seorang muslim, shalat adalah tiang agama. Agar shalat tetap bisa dilakukan dengan sempurna hingga akhir hayat, ada dua harta yang harus dijaga sejak sekarang yaitu kesehatan fisik dan kesehatan akal. Tanpa fisik yang terawat, maka sujud dan ruku akan terasa seperti hukuman. Tanpa akal yang sehat, maka shalat akan berubah dari ibadah yang khusyuk menjadi sekedar gerakan tanpa makna. Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :
Delapan hal yang harus dijaga agar shalat tetap sempurna hingga akhir hayat :
Menjaga sendi dan otot sejak merasa masih kuat. Lutut, pinggang, dan pergelangan kaki adalah alat ibadah yang seringki baru disadari nilainya ketika mulai terasa nyeri. Berat badan berlebih, jarang bergerak, dan duduk terlalu lama pelan-pelan akan menggerogoti kemampuan tubuh untuk berdiri lama, rukuk dengan stabil, dan sujud dengan tenang.
Menjaga kesehatan jantung dan paru. Shalat bukan olahraga yang berat, tapi membutuhkan stamina dasar. Banyak pasien dengan jantung yang lemah atau sesak nafas akhirnya harus shalat sambil duduk bukan karena usia semata, tapi karena selama puluhan tahun jantungnya dipaksa bekerja keras tanpa ada perawatan yang layak. Padahal menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol adalah bentuk ikhtiar agar ibadah tidak terputus.
Menjaga pola tidur. Kurang tidur bukan hanya menyebabkan kantuk saat shalat, tapi juga mengacaukan konsentrasi dan emosi. Otak yang kelelahan akan sulit untuk khusyuk. Tidur yang cukup adalah sedekah kecil untuk akal kita agar bisa hadir utuh saat menghadap Allah.
Menjaga asupan makanan. Bukan soal lemah atau murah, tapi soal bijak. Pola makan berlebihan akan membuat tubuh berat dan malas bergerak. Sementara kekurangan gizi akan membuat tubuh lemah. Kedua-duanya sama-sama menjauhkan kita dari shalat yang tenang dan penuh penghayatan.
Menjaga kesehatan pikiran dari stres berkepanjangan. Pikiran yang terus dipenuhi oleh kekhawatiran, amarah, dan kecemasan akan membuat sulit khusyuk. Belajar mengelola stres adalah bagian dari menjaga kualitas ibadah, dan bukan tanda kurang iman.
Melatih fokus dan kesadaran. Akal yang sehat adalah akal yang bisa diajak berhenti sejenak, membiasakan diri hadir penuh saat shalat, menurunkan tempo hidup, dan tidak selalu terburu-buru adalah latihan sederhana yang efeknya akan luar biasa.
Menjaga kesehatan syaraf dan otak. Penyakit seperti stroke, demensia, atau gangguan kognitif seringki berawal dari gaya hidup yang tampak sepele. Aktivitas fisik yang rutin, membaca, berdiskusi, dan menjaga tekanan darah adalah cara merawat akal kita agar tetap jernih sampai usia senja.
Menjaga niat dengan ilmu. Mengetahui bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah membuat kita lebih konsisten. Olahraga tidak lagi sekedar ingin kurus. Makan sehat bukan hanya soal kolesterol dan tidur cukup itu bukanlah tanda malas. Semua itu adalah investasi agar kita bisa berdiri di hadapan Allah dengan tubuh dan akal yang utuh.
Kalau hari ini kita masih bisa ruku dan sujud dengan sempurna, maka jangan tunggu sampai harus shalat sambil duduk baru merasa kehilangan. Rawatlah tubuhnya, jaga pikiran. Karena shalat yang tenang di usia lanjut tidak dibangun dalam semalam, tapi dari kebiasaan kecil hari ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....