Waspada TB Ginjal: Silent Killer
- 22 Feb 2026 10:20 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - TBC (Tuberkulosis) ternyata bukan hanya menyerang paru-paru. Ada "silent threat" atau ancaman tersembunyi yang sering kali terlambat disadari. Banyak yang mengira batuk berdahak adalah satu-satunya gejala TBC. Namun, bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menyebar melalui aliran darah dan menetap di ginjal. Penyakit ini sering disebut sebagai "peniru yang hebat" karena gejalanya sering menyerupai infeksi saluran kemih biasa.
TB ginjal merupakan komplikasi dari infeksi TBC paru-paru. Prosesnya tidak terjadi secara instan, sering kali bakteri "tidur" (laten) di ginjal selama bertahun-tahun setelah infeksi paru awal sembuh atau mereda.
| Baca juga: Waspada Jajanan Viral yang Tinggi Garam |
Berikut adalah faktor pemicu utamanya:
1. Riwayat TBC Paru: Penyebab utama adalah penyebaran bakteri dari fokus infeksi di paru-paru melalui sistem hematogen (aliran darah).
2. Sistem Imun yang Lemah: Penderita HIV/AIDS, pasien yang menjalani kemoterapi, atau pengguna obat imunosupresan memiliki risiko jauh lebih tinggi.
| Baca juga: Penyebab Fatty Liver |
3. Penyakit Kronis: Penderita Diabetes Melitus atau penyakit ginjal kronis lebih sulit melawan bakteri yang masuk ke sistem urinaria.
4. Gaya Hidup Buruk: Kurang gizi dan kondisi lingkungan yang tidak higienis mempercepat aktivasi bakteri yang sebelumnya tidur di dalam tubuh.
Gejala yang Harus Diwaspadai, Jangan abaikan tanda-tanda berikut, terutama jika berlangsung lebih dari 2 minggu:
. Kencing berdarah (hematuria) tanpa rasa sakit.
. Sering buang air kecil (terutama di malam hari).
. Nyeri tumpul pada pinggang atau punggung bawah.
. Demam ringan dan keringat dingin di malam hari.
. Hasil tes urine menunjukkan adanya sel darah putih, namun tidak ditemukan bakteri saat dikultur (Sterile Pyuria).
Jika tidak segera ditangani, TB ginjal dapat menyebabkan kerusakan jaringan permanen, penyempitan saluran kemih, hingga gagal ginjal total.
Skrining Dini. Jika Anda memiliki riwayat TBC paru, lakukan pemeriksaan fungsi ginjal dan urinalisis secara berkala.
Tuntaskan Pengobatan. Jangan pernah menghentikan pengobatan TBC paru di tengah jalan untuk memastikan bakteri benar-benar mati. Vaksinasi BCG, tetap menjadi langkah awal perlindungan sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....