Tips Atasi Bau Mulut saat Berpuasa

  • 20 Feb 2026 08:30 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna :  Kenapa  bau mulut bisa semakin tercium nggak sedap saat puasa? Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya volume air liur (saliva) di dalam mulut. Saat berpuasa, kondisi rongga mulut menjadi kering karena tidak ada makanan yang dikunyah dan minuman yang masuk ke dalam mulut. Ini menyebabkan air liur yang juga berfungsi sebagai antiseptik alami, lebih sedikit diproduksi untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Masalah ini kerap kali membuat kita tidak percayadiri saat beraktivitas. Melansir dari laman ciputra hospital.com berikut beberapa tips untuk mengatasi bau mulut saat puasa :

1. Menyikat Gigi dan Lidah Secara Teratur

Cara agar tidak bau mulut saat puasa adalah mentikat gigi dan lidah secara teratur. Anda bisa melakukan aktivitas ini minimal 2 kali sehari, setelah makan sahur dan saat malam hari.

Pastikan untuk menyikat gigi hingga ke sela-sela bagian gigi sehingga mengurangi penumpukan bakteri di dalam mulut. Setelah menyikat gigi, Anda harus membersihkan lidah untuk menjaga aroma mulut tetap segar.

2. Minum Air yang Cukup

Saat sahur dan berbuka, Anda perlu mendapatkan cukur air. Cobalah untuk menerapkan metode 2-4-2, yaitu 2 gelas saat sahur, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat berbuka puasa.

Cara ini dapat meningkatkan produksi air liur dan mencegah terjadinya dehidrasi selama berpuasa. Air liur berperan penting untuk menjaga mulut tetap bersih dan sehat. Enzim dalam air liur juga dapat melawan infeksi sehingga membuat kondisi mulut tetap basah.

3. Hindari Makanan Berbau Tidak Sedap

Hindari makanan berbau tidak sedap saat makan sahur dan berbuka puasa. Jenis makanan ini dapat berupa jengkol, petai, bawang bombay, atau durian yang dapat membuat mulut bau.

Selain itu, konsumsi makanan pedas juga bisa menyebabkan radang tenggorokan sehingga bisa memicu bau mulut. Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung banyak air, seperti semangka, mentimun, dan melon.

4. Minum Teh Hijau

Teh hijau menjadi salah satu minuman agar napas tidak bau. Anda bisa minum minuman ini saat sahur atau pun berbuka puasa.

Manfaat teh hijau juga mampu membersihkan saluran pernapasan dan bakteri pada bagian mulut berkat kandungan Pastikan untuk minum teh hijau tanpa tambahan gula agar memperoleh manfaatnya secara optimal.

5. Kumur Air Garam

Cara mengatasi bau mulut saat puasa berikutnya adalah dengan kumur air garam. Anda bisa melarutkan 1 sendok teh garam ke dalam satu gelas air hangat.

Kemudian, kumur selama 30 detik, lalu buang air kumuran. Air garam memiliki sifat antiseptik yang berperan penting untuk melawan bakteri penyebab bau mulut. Hindari menelan air garam karena bisa menimbulkan efek samping.

6. Gunakan Mouthwash

Mouthwash atau cairan pencuci mulut dapat mencegah bau mulut saat berpuasa. Produk ini terjual secara bebas di apotek atau supermarket terdekat.

Anda bisa memilih cairan mouthwash yang tidak mengandung alkohol sehingga dapat membunuh bakteri penyebab bau mulut. Ini bisa meningkatkan rasa percaya diri dan membuat aroma mulut tetap segar selama berpuasa.

7. Konsumsi Probiotik

Probiotik sangat baik untuk menjaga kesehatan usus dan mengatasi bau mulut. Kandungan ini tersedia pada jenis makanan dan minuman tertentu, seperti tempe, yoghurt, kimchi, dan kefir.

Saat Anda mengonsumsi probiotik, bakteri baik dalam usus akan berkurang. Meskipun bermanfaat, jenis makanan ini sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

8. Gosok Gigi dengan Minyak Kelapa

Gosok gigi atau berkumur dengan minyak kepala dapat menghilangkan bakteri dan meningkatkan kesehatan gigi serta gusi secara menyeluruh. Bahkan, berkumur dengan minyak kelapa sama efektifnya dengan obat kumur dalam mengatasi bau mulut.Cara ini juga dapat mengurangi mikroorganisme dan memutihkan gigi secara alami.

9. Konsultasi ke Dokter Gigi

Anda bisa berkonsultasi ke dokter gigi apabila bau mulut tidak kunjung hilang setelah perawatan mandiri di rumah. Bau mulut bisa terjadi karena plak, lubang, dan karang gigi.

Jika mengalami kondisi ini, dokter dapat membersihkan area mulut dengan perawatan medis yang sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Oleh sebab itu, penting untuk cek kesehatan gigi dan mulut setidaknya enam bulan sekali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....