Dampak Malas Gerak bagi Kesehatan

  • 18 Feb 2026 10:34 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna – Apakah Malas Gerak itu sebuah penyakit? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP pada akun Yutube @DrErtaSpJP :

Malas gerak atau sedentary lifestyle saat ini sudah dianggap sebagai masalah kesehatan serius. Bahkan bisa jadi penyakit menular secara sosial. Jika Anda termasuk orang yang malas gerak maka hal ini juga berpotensi menular pada orang-orang yang ada di sekitar Anda. Penelitian menunjukkan bahwa malas gerak bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, bahkan kanker.

Jadi jika misalnya Anda beranggapan bahwa malas gerak hanya gaya hidup estetik, maka itu salah besar, dan itu sama halnya dengan alarm tubuh yang disetel kemudian ditunda hidup. Banyak orang menganggap saat badan capek maka cukup dengan istirahat. Padahal seharian kerjanya hanya nonton YouTube, main game, dan scroll TikTok. Perlu dipahami bahwa capeknya itu bukan di badan, tapi di jiwa. Karena tubuh kita itu butuh gerak, bukan cuman Wifi dan snack.

Rasa malas juga bisa disebabkan oleh hormon, kurang dopamin dan seratonin bisa membuat Anda kehilangan motivasi untuk gerak. Jadi sebenarnya Anda bukan merasa lemah, melainkan kekurangan hormon bahagia. Makanya olahraga ringan itu justru bisa membantu menaikkan mood dan mengusir malas gerak, dan tidak mesti langsung memilih olahraga yang ekstrem. Misalnya jangan sampai lari dari rebahan 24 jam langsung ikutan Spartan Ris.

Bisa dengan mulai dari jalan kaki 10 menit, naik tangga sedikit demi sedikit atau dengan menyapu halaman. Jika Anda belum siap, maka minimal dengan jempol untuk mematikan notifikasi yang ada pada media sosial Anda berupa Telegram dan lain-lain. Ingat malas itu boleh sesekali tapi jika setiap hari maka bukan istirahat namun soft launching jadi fosil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....