Tumis atau Rebus, Mana yang Lebih Sehat

  • 15 Feb 2026 15:40 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Ranai - Memasak sayuran dengan cara ditumis atau direbus kerap menimbulkan perdebatan soal mana yang lebih sehat. Faktanya, kedua metode tersebut sama-sama bisa memberikan manfaat, tergantung pada jenis sayuran dan teknik memasaknya.

Proses pengolahan memiliki peran penting dalam menentukan seberapa banyak nutrisi yang tetap terjaga. Melansir dari @zonasehat.today, sayuran yang kaya vitamin larut air, seperti vitamin C dan vitamin B, cenderung mengalami penurunan kadar nutrisi jika direbus terlalu lama.

Apalagi jika air rebusan dibuang, sebagian vitamin yang larut dalam air ikut terbuang bersama cairan tersebut. Karena itu, durasi perebusan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Di sisi lain, metode menumis dengan sedikit minyak justru dapat memberikan keuntungan tersendiri. Vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K lebih mudah diserap tubuh ketika dimasak dengan tambahan lemak sehat.

Selain itu, proses menumis cepat juga dapat meningkatkan ketersediaan beberapa jenis antioksidan dalam sayuran. Namun, bukan berarti menumis selalu lebih unggul dibandingkan merebus.

Jika dilakukan terlalu lama atau menggunakan minyak berlebihan, kandungan nutrisi tetap bisa berkurang dan kalori makanan pun meningkat. Hal serupa juga berlaku pada perebusan yang terlalu lama sehingga membuat tekstur sayur terlalu lembek dan gizinya menurun.

Kunci utamanya bukan sekadar memilih tumis atau rebus, melainkan memperhatikan waktu dan teknik memasak. Rebus singkat maupun tumis cepat dinilai lebih efektif menjaga kandungan nutrisi, sekaligus mempertahankan rasa dan tekstur sayuran agar tetap lezat saat dikonsumsi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....