Penyebab Bau Badan dan Cara Mengatasinya
- 14 Feb 2026 18:01 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Bau badan merupakan masalah umum yang dialami banyak orang dan dapat memengaruhi rasa percaya diri. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kombinasi keringat dan bakteri yang hidup di permukaan kulit.
Menurut buku Dermatology Essentials karya Jean L. Bolognia, keringat sendiri sebenarnya tidak berbau, tetapi ketika bercampur dengan bakteri di kulit terutama di daerah ketiak, paha, dan kaki, akan menghasilkan senyawa yang menimbulkan bau tidak sedap.
Dokter kulit, dr. Fitri Handayani, SpKK, menjelaskan bahwa faktor genetik, pola makan, serta kebersihan tubuh dapat memperburuk bau badan. “Konsumsi makanan beraroma tajam seperti bawang putih atau rempah kuat lain dapat memperkuat aroma tubuh,” ujarnya.
Kelenjar apokrin yang aktif di masa remaja hingga dewasa juga disebut sebagai salah satu sumber keringat yang mudah berinteraksi dengan bakteri. Akibatnya, orang dengan kelenjar apokrin lebih rentan mengalami bau badan yang kuat.
Selain itu, kondisi medis tertentu seperti infeksi kulit, diabetes, atau gangguan metabolik juga bisa memperparah bau tubuh. Sebuah studi dalam jurnal Clinical Reviews in Allergy & Immunology menunjukkan adanya hubungan antara gangguan hormonal dan perubahan bau badan pada sebagian orang.
Pakar kesehatan menyarankan agar masyarakat menjaga kebersihan tubuh dengan mandi teratur, terutama setelah beraktivitas berat atau berkeringat, serta menggunakan pakaian yang menyerap keringat. Penggunaan deodoran atau antiperspiran juga dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab bau.
Untuk kasus yang tidak membaik dengan langkah dasar tersebut, dr. Fitri menyarankan konsultasi ke dokter kulit untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....