Penanganan Tepat saat Kulit Tersiram Air Panas

  • 12 Feb 2026 21:37 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Kasus kulit tersiram air panas atau terkena cairan mendidih merupakan salah satu jenis luka bakar yang paling sering terjadi di rumah tangga. Tenaga medis menekankan pentingnya penanganan pertama yang tepat untuk mencegah kerusakan jaringan yang lebih parah.

Menurut buku First Aid Manual yang diterbitkan British Red Cross, luka bakar akibat air panas termasuk kategori luka bakar termal dan harus segera didinginkan untuk menghentikan proses kerusakan kulit yang berlanjut setelah paparan panas.

Dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, dr. Andi Pratama, SpBP-RE, menjelaskan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengalirkan air bersih bersuhu normal pada area yang terkena selama 10 hingga 20 menit. “Pendinginan dengan air mengalir membantu menurunkan suhu jaringan dan mengurangi risiko luka lebih dalam,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat tidak dianjurkan mengoleskan pasta gigi, mentega, kecap, atau bahan dapur lain pada luka bakar karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan memperburuk kondisi kulit.

American Burn Association dalam panduan pertolongan pertamanya juga menyarankan agar pakaian atau perhiasan di sekitar luka segera dilepas jika tidak menempel pada kulit, guna mencegah pembengkakan dan tekanan tambahan pada area yang terluka.

Jika muncul lepuhan besar, nyeri hebat, atau luka mengenai wajah, tangan, kaki, dan area sensitif lainnya, korban dianjurkan segera mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Para ahli menekankan bahwa penanganan cepat dan tepat pada menit-menit awal sangat menentukan tingkat keparahan luka bakar serta proses penyembuhan jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....