Pengaruh Kopi Terhadap Kesehatan Jantung
- 29 Jan 2026 17:21 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Kopi diketahui memiliki manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Namun, terdapat pengaruh kopi terhadap jantung yang harus diwaspadai, terutama jika kopi dikonsumsi secara berlebihan. Sebetulnya, bagaimana kopi bisa memengaruhi fungsi jantung? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP pada akun Yutube @DrErtaSpJP :
Kopi sudah sejak lama menjadi teman manusia saat berpikir, bekerja, dan begadang. Sebenarnya kunci utamanya adalah terletak pada dosis dan kondisi. Kafein dalam kopi memiliki efek meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah sementara, dan itu disebabkan oleh kafein yang merangsang sistem saraf simpatik. Sistem yang membuat tubuh tetap terjaga. Pada orang sehat, efek ini biasanya ringan dan sementara. Detak jantung hanya naik sedikit lalu kembali normal. Dan masalah ini akan muncul pada orang yang sensitif terhadap kafein atau punya gangguan irama jantung tertentu. Pada kelompok ini, kopi ini bisa memicu rasa berdebar yang tidak nyaman, bahkan memperparah aritmia yang sudah ada. Menariknya, penelitian besar itu justru menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang justru tidak meningkatkan risiko aritmia pada populasi umum. Bahkan beberapa studi itu menemukan konsumsi kopi itu berkaitan dengan peneluran resiko penyakit jantung tertentu. Ini sering membuat orang kaget karena narasi yang beredar itu biasanya sederhana.
Banyak yang mengatakan kopi itu jahat, padahal tubuh manusia itu jauh lebih kompleks daripada sekedar hitam dan putih, pahit, dan manis, dan yang sering jadi masalah dalah bukan hanya kopinya, tapi terletak pada gaya hidup. Kopi diminum saat kurang tidur sambil stres ditemani rokok lalu ditambah minuman energi. Nah, di situ jantung itu bukan cuman minum kopi, tapi ikutan lembur. Kombinasi inilah yang sering membuat kesehatan jantung terganggu.
Jadi menyalahkan kopi saja itu kadang tidak adil. Itu sama seperti menyalahkan klakson. Padahal remnya itu yang bermasalah. Pada pasien dengan aditmia tertentu seperti misalnya fibrilasi atrium atau SVT, dokter itu memang sering menyarankan pembatasan kafein. Bukan karena kopi itu musuh, tapi karena tubuh mereka itu bereaksi berbeda. Nah, di sitilah pentingnya pendekatan personal untuk tiap pasien. Apa yang aman untuk satu orang itu belum tentu cocok untuk yang lain. Tubuh setiap orang itu punya volume toleransi yang berbeda. Jadi, apakah kopi ini bikin jantung rusak? Maka jawabannya tidak, kopi bisa menjadi teman, bisa juga jadi pemicu. Tergantung siapa yang minum dan bagaimana caranya. Mendengarkan tubuh sendiri itu jauh lebih penting daripada ikut-ikutan tren.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....