Penyebab Darah Rendah yang Sering Diabaikan

  • 09 Jan 2026 21:56 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Tekanan darah rendah atau hipotensi umumnya terjadi ketika hasil pengukuran berada di bawah 90/60 mmHg. Meskipun bagi sebagian orang kondisi ini dianggap normal, namun pada kasus tertentu, tensi rendah bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius.

Berikut adalah faktor-faktor utama yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah:

1. Dehidrasi (Kekurangan Cairan)

Ini adalah penyebab yang paling umum. Saat tubuh kekurangan cairan akibat kurang minum, keringat berlebih, atau diare, volume darah akan menurun. Hal ini membuat tekanan darah ikut merosot dan menyebabkan pusing hingga lemas.

2. Masa Kehamilan

Ibu hamil sering kali mengalami penurunan tekanan darah, terutama pada 24 minggu pertama. Hal ini terjadi karena sistem peredaran darah wanita meluas dengan cepat untuk mendukung janin. Biasanya, tensi akan kembali normal setelah persalinan.

3. Kurang Nutrisi (Anemia)

Kekurangan Vitamin B12, Zat Besi, dan Asam Folat dapat menghambat produksi sel darah merah yang sehat. Akibatnya, tubuh mengalami anemia yang memicu rendahnya tekanan darah karena suplai oksigen ke seluruh tubuh terganggu.

4. Masalah Jantung dan Endokrin

Kondisi medis tertentu dapat menghambat sirkulasi darah, seperti:

  • Jantung: Detak jantung yang terlalu lambat (bradikardia), masalah katup jantung, atau gagal jantung.
  • Hormonal: Gangguan tiroid, penyakit Addison, dan kadar gula darah rendah (hipoglikemia).

5. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis, di antaranya:

  • Obat diuretik (peluruh kencing).
  • Obat tekanan darah tinggi (penghambat alfa atau beta blocker).
  • Obat untuk penyakit Parkinson atau depresi.

6. Perubahan Posisi dan Kondisi Ekstrem

  • Hipotensi Ortostatik: Kondisi saat Anda merasa pusing mendadak ketika berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring.
  • Suhu Ekstrem: Cuaca yang terlalu panas dapat melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tensi.
  • Reaksi Alergi atau Infeksi: Alergi parah (anafilaksis) dan infeksi berat (sepsis) dapat menyebabkan tekanan darah turun ke tingkat yang membahayakan nyawa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....