Sering Makan Tengah Malam Picu Berbagai Penyakit

  • 27 Okt 2025 12:51 WIB
  •  Ranai

KBRN ,Ranai: Kebiasaan makan atau ngemil larut malam, terutama menjelang waktu tidur, ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh disepelekan. Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa pola makan yang tidak teratur ini dapat mengganggu metabolisme tubuh dan memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang, mulai dari penambahan berat badan hingga penyakit jantung dan diabetes.

  • Penumpukan Lemak dan Obesitas

Salah satu dampak paling umum dari makan tengah malam adalah peningkatan berat badan. Saat tubuh bersiap untuk beristirahat di malam hari, laju metabolisme melambat. Konsumsi kalori berlebih tanpa adanya aktivitas fisik yang cukup akan membuat makanan tidak terbakar menjadi energi, melainkan disimpan sebagai lemak. Penumpukan lemak ini, terutama di area perut, sangat berbahaya karena berhubungan erat dengan risiko obesitas.

  • Ancaman Diabetes dan Penyakit Jantung

Lebih lanjut, kebiasaan makan larut malam juga terbukti dapat mengganggu keseimbangan gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa makan terlalu malam meningkatkan kadar glukosa dan insulin dalam darah. Kondisi ini dapat memicu resistensi insulin yang merupakan faktor risiko utama dari Diabetes Melitus Tipe 2.

Selain itu, asupan makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol yang sering dikonsumsi saat malam hari dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida. Hal ini berisiko menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan pada akhirnya memicu risiko serangan penyakit jantung dan stroke.

  • Gangguan Pencernaan dan Kualitas Tidur

Dampak lain yang tak kalah penting adalah masalah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung. Apabila seseorang langsung berbaring atau tidur setelah makan berat, isi lambung, termasuk asam lambung, dapat dengan mudah naik kembali ke kerongkongan.

Proses pencernaan yang masih berlangsung juga dapat merangsang sistem saraf, membuat tubuh sulit rileks. Akibatnya, kualitas tidur terganggu, yang mana kondisi kurang tidur juga berdampak negatif pada fungsi kognitif, daya ingat, dan memicu ketidakseimbangan hormon nafsu makan (leptin dan ghrelin), sehingga memperburuk pola makan yang tidak sehat.

Untuk meminimalkan risiko, para ahli gizi menyarankan agar masyarakat:

  • Mengatur jadwal makan malam setidaknya 2-3 jam sebelum waktu tidur.
  • Jika terasa lapar di tengah malam, pilihlah camilan sehat dengan kalori rendah seperti buah-buahan, sayuran, atau segelas air putih, bukan makanan berat, manis, atau berlemak.
  • Pastikan asupan makan malam mengandung nutrisi seimbang dan cukup serat agar rasa kenyang bertahan lebih lama.

Mengingat banyaknya dampak negatif, mengubah kebiasaan makan larut malam menjadi pola makan yang lebih teratur merupakan langkah vital untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....