Overclaim Produk Skincare Apakah Berbahaya?
- 20 Nov 2024 09:57 WIB
- Ranai
KBRN, Natuna: Saat ini banyak produk skincare yang menjanjikan hasil luar biasa dalam waktu singkat. Hal ini dapat menarik minat seseorang untuk menggunakan skincare tersebut meskipun belum tahu kebenarannya. Overclaim tentang produk skincare akhir-akhir ini mungkin sering kita dengar. Lalu apa sebenarnya overclaim skincare?
Melansir dari unggahan Instagram kemenkes_ri, dokter spesialis dermatologi venereologi dan estetika dr. Listya Paramita, Sp.DVE.FINSDV mengatakan, overclaim skincare adalah pernyataan berlebihan dari sebuah produk kecantikan tentang manfaat produk yang melebihi kemampuannya. Overclaim sering dilakukan sebagai strategi pemasaran untuk menarik minat konsumen.
“Dalam memasarkan produk kosmetik atau skincare itu sebenarnya ada aturannya dalam peraturan kepala BPOM RI Nomor 1 tahun 2016. Contoh kata yang tidak boleh digunakan yaitu mengobati atau menyembuhkan, karena skincare itu bukan obat. Tidak boleh menggunakan kata paling, misalnya paling bagus. Tidak boleh menggunakan kata yang bisa memengaruhi psikis pendengar. Misalnya dijamin putih dalam 7 hari itu contohnya,” kata dr. Mita.
dr. Mita menambahkan, masyarakat sebagai konsumen perlu kritis, tidak mudah tergiur dan bijak dalam memilih skincare. Perhatikan pola iklan dan pastikan keamanan produk dengan memilih produk yang telah memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lantas adakah dampak penggunaan skincare yang overclaim? Menurut dr. Mita hal tersebut tergantung dari keamanan produk.
“Walaupun pernyataan manfaat produknya berlebihan, tapi kalau produknya legal dan mendapat izin edar BPOM, dampaknya tidak berbahaya. Misalnya janjinya bisa bikin putih dalam 7 hari, setelah 7 hari paling masih gitu-gitu aja, dampaknya hanya sebatas itu. Tapi kalau overclaim kemudian ilegal dan menggunakan bahan obat berbahaya yang tidak boleh ada di skincare, itu yang bahaya,” terangnya.
Bijak dalam memilih skincare yang aman dapat membuat seseorang terhindar dari berbagai efek negatif pada kulit. Seperti iritasi, alergi hingga kerusakan kulit. Selain keamanan produk, dr. Mita menyarankan agar penggunaan skincare disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Jangan lupa bahwa kulit juga perlu dinutrisi dari dalam. Caranya dengan mengonsumsi makanan sehat, cukup tidur dan mengatur gaya hidup dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....