Sering Menaruh Ponsel di Bawah Bantal? Ini Bahayanya!

  • 13 Nov 2024 10:29 WIB
  •  Ranai

KBRN, Ranai: Beberapa orang mungkin punya kebiasaan scroll media sosial sebelum tidur. Hal ini sebenarnya tidak dianjurkan, selain dapat mengganggu kualitas tidur, bermain ponsel sebelum tidur kerap membuat seseorang ketiduran dan berujung tidur dekat dengan ponsel.

Tidur dekat dengan ponsel apalagi meletakkan ponsel di bawah bantal memiliki efek yang berbahaya. Paparan cahaya biru dari alat elektronik seperti ponsel sebelum tidur bisa menekan hormon melantonin. Melantonin adalah salah satu hormon yang membantu mengatur tidur. Paparan berlebihan bisa menyulitkan tidur dan membuat Anda begadang sepanjang malam.

Melansir dari Tanzania Digest, berikut beberapa bahaya menyimpan ponsel di bawah bantal saat tidur:

1. Mengganggu tidur

Paparan cahaya biru yang dipancarkan dari layar ponsel dapat menekan produksi melantoninm, hormon yang membantu mengatur tidur. Selain itu, getaran dan notifikasi yang terus menerus dari ponsel bisa membuat Anda terjaga.

2. Meningkatkan resiko kanker

Ponsel memancarkan radiasi frekuensi (RF) tingkat rendah. Meski jumlah radiasi yang dipancarkan oleh ponsel dianggap aman, beberapa penelitian menemukan bahwa paparan tersebut dapat meningkatkan risiko kanker.

3. Meningkatkan risiko kecelakaan

Tidur dengan posisi ponsel di bawah bantal dapat menyebabkan kecelakaan, terutama jika ponsel dicolokkan dan diisi dayanya.

4. Berpengaruh pada kesehatan mental

Ketika tidur, tubuh akan memproduksi lebih banyak kortisol si hormon stress. Hal ini dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.

5. Meningkatkan berat badan

Ketika kurang tidur, tubuh akan banyak memproduksi hormon ghrelin yang membuat Anda merasa lapar. Sebaliknya hormon lepton yang berperan memberi tahu rasa kenyang akan lebih sedikit. Ketidakseimbangan hormon ini menyebabkan kenaikan berat badan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh University of Tsukubs di Jepang menemukan bahwa orang yang tidur dengan ponsel di atas bantal mereka lebih cenderung mengalami obesitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....