Mengenal Istilah Penting di Balik Beras Fortifikasi
- 02 Okt 2026 14:12 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Ranai - Mengenal sejumlah istilah yang berkaitan dengan beras fortifikasi dapat membuat kita lebih memahami kualitas dan kandungan gizi pangan yang dikonsumsi sehari-hari. Lima istilah penting tersebut adalah fortifikasi, beras sosoh, beras fortifikasi, kernel FRK, dan Informasi Nilai Gizi atau ING.
Melansir dari @badanpangannasional, fortifikasi merupakan proses penambahan zat gizi tertentu ke dalam bahan pangan dengan tujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Beberapa bahan pangan yang dapat difortifikasi dan beredar di pasaran antara lain beras, minyak goreng, tepung terigu, dan garam konsumsi.
Istilah berikutnya adalah beras sosoh, yaitu beras putih yang umum dikonsumsi sehari-hari dan telah melalui proses penggilingan serta penyosohan. Proses tersebut menghilangkan sekam, lapisan kulit ari seperti aleuron atau dedak, dan lembaga, sehingga beras tampak lebih putih, tetapi sebagian vitamin dan mineral yang terdapat pada lapisan terluarnya turut berkurang.
Sementara itu, beras fortifikasi merupakan beras yang telah ditambahkan zat gizi mikro, seperti zat besi, zinc, atau vitamin. Penambahan zat gizi tersebut dilakukan dengan mencampurkan beras sosoh dengan kernel beras fortifikan atau Fortified Kernel Rice (FRK).
Istilah kernel FRK merupakan butiran beras buatan yang telah diperkaya dengan berbagai zat gizi, antara lain zat besi, zinc, asam folat, dan vitamin B. Kernel tersebut dibuat menggunakan teknologi ekstrusi, yaitu tepung beras dicampur dengan premiks vitamin dan mineral kemudian dicetak kembali menyerupai bentuk butiran beras.
Kernel FRK selanjutnya dicampurkan ke dalam beras sosoh untuk menghasilkan beras fortifikasi. Dalam praktiknya, pencampuran FRK dapat dilakukan dengan jumlah tertentu, salah satunya sekitar satu persen, meskipun komposisi dapat bergantung pada standar dan produk yang digunakan.
Istilah terakhir adalah Informasi Nilai Gizi atau ING, yaitu daftar atau tabel kandungan zat gizi yang dicantumkan pada label kemasan pangan. Informasi ini dapat membantu konsumen mengetahui kandungan seperti energi, lemak, protein, karbohidrat, serta vitamin dan mineral, sehingga konsumen dapat lebih memahami nilai gizi produk sebelum membelinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....