Peneliti Khawatir, Kebiasaan Mengobrol Manusia Terus Menurun
- 21 Jul 2026 14:12 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Ranai - Kebiasaan manusia untuk saling mengobrol secara langsung dilaporkan terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, percakapan tatap muka perlahan mulai tergantikan oleh komunikasi melalui aplikasi dan media sosial.
Melansir dari unggahan Instagram @natgeoindonesia, temuan tersebut diungkap dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Perspectives on Psychological Science. Penelitian dilakukan oleh tim dari University of Arizona dan University of Missouri–Kansas City dengan menganalisis data dari 22 penelitian yang melibatkan lebih dari 2.200 peserta selama periode 2005 hingga 2019.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2005, rata-rata seseorang mengucapkan sekitar 16.000 kata setiap hari. Namun jumlah tersebut terus menurun sekitar 338 kata per tahun hingga pada 2019 rata-rata hanya sekitar 12.700 kata per hari, atau mengalami penurunan sekitar 28 persen.
Para peneliti menilai hilangnya ribuan kata tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan mencerminkan semakin berkurangnya percakapan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Baik percakapan singkat maupun obrolan yang lebih mendalam kini semakin jarang terjadi di tengah masyarakat.
Penurunan paling tajam ditemukan pada kelompok usia di bawah 25 tahun. Kelompok ini kehilangan rata-rata 452 kata setiap tahun, lebih tinggi dibandingkan kelompok usia yang lebih tua yang mengalami penurunan sekitar 314 kata per tahun.
Menurut para peneliti, meningkatnya penggunaan ponsel pintar dan media sosial menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya komunikasi langsung. Aktivitas yang sebelumnya memerlukan interaksi dengan orang lain, seperti memesan makanan, berbelanja, atau menanyakan arah, kini banyak dilakukan melalui aplikasi sehingga kesempatan berbicara semakin berkurang.
Matthias Mehl dari University of Arizona juga menilai fenomena ini semakin terlihat di negara-negara Barat yang cenderung individualistis. Para peneliti mengingatkan bahwa komunikasi melalui pesan teks tidak mampu sepenuhnya menggantikan manfaat percakapan tatap muka.
Intonasi suara, ekspresi, dan kehangatan dalam interaksi langsung dinilai berperan penting bagi kesehatan mental, kemampuan kognitif, serta hubungan sosial. Karena itu, masyarakat dianjurkan mulai kembali membangun kebiasaan berbicara secara langsung, bahkan dengan target sederhana menambah sekitar 300 kata percakapan setiap hari, sebagai upaya mengurangi kesepian dan mempererat hubungan antarmanusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....