Mengupas Molten Salt Reactor, Teknologi Reaktor Nuklir Berbahan Bakar Garam

  • 05 Jun 2026 10:42 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Perkembangan teknologi reaktor nuklir generasi baru terus menarik perhatian publik, salah satunya adalah Molten Salt Reactor (MSR). Teknologi ini dinilai mampu menjawab berbagai kekhawatiran yang selama ini melekat pada reaktor nuklir konvensional, terutama terkait aspek keselamatan operasional.

Meski demikian, istilah Molten Salt Reactor kerap menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat. Tidak sedikit yang mengira bahwa reaktor tersebut menggunakan garam dapur sebagai bahan bakar utama. Padahal, anggapan tersebut tidak sesuai dengan konsep yang diterapkan dalam teknologi MSR.

Dalam siniar Hoho-hihi on The Weekend, Dr. Indarta Kuncoro Aji menjelaskan bahwa istilah “salt” atau garam pada MSR merujuk pada senyawa kimia tertentu, bukan garam konsumsi sehari-hari. Garam yang digunakan merupakan senyawa fluorida khusus, salah satunya uranium fluoride, yang berperan sebagai media pembawa bahan bakar sekaligus pendingin reaktor.

Penelitian yang dilakukan Dr. Indarta saat menempuh studi doktoral di Jepang berfokus pada komponen keselamatan yang dikenal sebagai freeze valve. Komponen ini dirancang sebagai katup pengaman otomatis yang bekerja berdasarkan perubahan suhu, sehingga dapat mencair atau membeku sesuai kondisi operasi reaktor.

Salah satu keunggulan utama MSR terletak pada sistem keselamatannya yang bersifat pasif. Artinya, mekanisme pengamanan dapat bekerja secara alami tanpa bergantung pada intervensi manusia maupun sistem aktif yang kompleks. Ketika terjadi gangguan operasi atau peningkatan suhu yang tidak terkendali, garam cair akan mengalami perubahan kondisi yang secara otomatis menghentikan reaksi nuklir dan mencegah potensi kecelakaan serius.

Pengembangan teknologi ini juga telah memasuki tahap implementasi di sejumlah negara. China, misalnya, telah mengoperasikan reaktor garam cair dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber energi dan pengembangan teknologi nuklir generasi berikutnya.

Menariknya, pemanfaatan MSR tidak terbatas pada produksi listrik. Teknologi ini berpotensi digunakan untuk menghasilkan hidrogen, melakukan desalinasi air laut, serta mengolah kembali limbah nuklir yang masih mengandung material radioaktif bernilai guna. Berbagai kemampuan tersebut menunjukkan bahwa reaktor garam cair menawarkan pendekatan yang lebih aman, efisien, dan fleksibel dalam mendukung kebutuhan energi masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....