Perisa Sintetis dalam Industri Pangan

  • 29 Mei 2026 19:50 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Produk makanan dan minuman dengan rasa vanila atau stroberi saat ini sangat mudah ditemukan, mulai dari es krim, susu, hingga berbagai camilan ringan. Rasa dan aroma yang khas membuat produk-produk tersebut digemari oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak dan remaja.

Di balik cita rasa tersebut, banyak konsumen tidak menyadari bahwa sebagian besar produk dengan harga terjangkau sebenarnya tidak menggunakan bahan buah asli. Industri pangan modern lebih banyak memanfaatkan perisa sintetis untuk menciptakan rasa dan aroma yang menyerupai produk alami.

Dalam sebuah diskusi di siniar Hoho-Hihi On The weekend, Dr. Irvan Karta menjelaskan bahwa teknologi pangan saat ini sangat bergantung pada rekayasa laboratorium. Para ahli kimia pangan mempelajari struktur molekul dari buah atau bahan alami, lalu membuat senyawa tiruan yang mampu menghasilkan aroma dan rasa serupa.

Salah satu contoh yang cukup menarik adalah perisa vanila sintetis. Senyawa peniru aroma vanila yang umum digunakan pada adonan kue atau es krim ternyata dapat diproduksi dari turunan minyak bumi melalui proses sintesis kimia.

Menurut Dr. Irvan, es krim vanila yang benar-benar menggunakan vanila alami biasanya dijual dengan harga lebih mahal. Produk tersebut umumnya memiliki bintik-bintik hitam kecil yang berasal dari biji vanila asli. Sebaliknya, es krim vanila murah dengan warna putih polos biasanya memanfaatkan perisa sintetis sebagai sumber aromanya.

Penggunaan perisa sintetis juga banyak diterapkan dalam industri farmasi, termasuk pada obat batuk anak rasa stroberi. Menariknya, rasa stroberi tersebut sering kali tidak berasal dari buah asli, melainkan dari kombinasi beberapa jenis perisa buatan.

Formula tersebut umumnya memadukan rasa stroberi, raspberry, blueberry, dan sedikit aroma jeruk untuk menghasilkan sensasi rasa yang dianggap familiar oleh konsumen. Pendekatan ini dipilih industri karena lebih efisien untuk produksi massal sekaligus tetap mampu mempertahankan rasa produk agar tetap menarik di pasaran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....