Sisa Makanan Bisa Jadi Ancaman Iklim

  • 17 Mei 2026 09:18 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Kebiasaan membuang sisa makanan sering dianggap hal sepele karena banyak orang percaya makanan akan membusuk dengan sendirinya. Namun, anggapan tersebut ternyata keliru. Dibalik tumpukan sisa makanan yang dibuang setiap hari, tersimpan ancaman serius bagi lingkungan dan perubahan iklim global.

Melansir dari @pmpupangan.bpom, dunia menghasilkan sekitar 1,3 miliar ton sampah makanan atau food waste setiap tahun. Indonesia pun menjadi salah satu negara penyumbang terbesar limbah makanan. Tanpa disadari, sisa nasi, lauk, maupun makanan yang terbuang ikut menyumbang emisi gas rumah kaca yang memperparah pemanasan global.

Sisa makanan yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan tertimbun bersama sampah lain dalam kondisi minim oksigen. Proses ini memicu aktivitas bakteri anaerobik yang menguraikan makanan dan menghasilkan gas metana (CH4). Gas metana diketahui memiliki dampak pemanasan hingga 25 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida (CO2), sehingga mempercepat krisis iklim di berbagai belahan dunia.

Sisa makanan bukan sekadar sampah rumah tangga biasa, karena dalam jumlah besar, limbah makanan dapat menjadi bom iklim yang berdampak pada kenaikan suhu bumi, cuaca ekstrem, hingga kerusakan ekosistem. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi ancaman tersebut.

Masyarakat diajak mulai melakukan langkah sederhana seperti mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan tanpa sisa, serta mengelola limbah makanan dengan bijak melalui kompos, donasi, atau pengolahan ulang. Kesadaran kecil dari setiap individu diyakini dapat memberi dampak besar dalam menjaga kelestarian bumi dan mengurangi laju pemanasan global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....