Implementasi Precision Farming Melalui Sensor Tanah Berbasis IoT
- 06 Apr 2026 11:13 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Transformasi sektor pertanian menuju era digital kini mulai memasuki tahap implementasi teknologi tani presisi atau precision farming di sejumlah lahan percontohan nasional. Pemanfaatan sensor tanah berbasis Internet of Things (IoT) menjadi instrumen utama dalam memantau kondisi riil unsur hara, kelembapan, dan tingkat keasaman (pH) tanah secara otomatis dan real-time.
Data yang dikumpulkan oleh sensor tersebut dikirimkan langsung ke pusat kontrol melalui jaringan nirkabel untuk dianalisis oleh perangkat lunak khusus. Hasil analisis ini memberikan rekomendasi akurat mengenai volume air dan takaran pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman, sehingga penggunaan input pertanian menjadi jauh lebih efisien dibandingkan metode konvensional.
Efisiensi yang dihasilkan dari teknologi ini dilaporkan mampu menekan biaya produksi hingga 20 persen bagi para petani penggarap. Selain penghematan biaya, ketepatan pemberian nutrisi juga berdampak signifikan pada peningkatan kualitas hasil panen, terutama pada komoditas bernilai tinggi seperti cabai, bawang merah, dan sayuran hidroponik.
Tantangan utama dalam perluasan teknologi ini terletak pada ketersediaan infrastruktur jaringan internet di wilayah perdesaan serta kebutuhan investasi awal untuk pengadaan perangkat sensor. Namun, pengembangan perangkat sensor lokal dengan harga yang lebih terjangkau kini terus diupayakan oleh para inovator dalam negeri guna mempermudah adopsi teknologi di tingkat petani kecil.
Keberhasilan digitalisasi pertanian ini diproyeksikan akan memperkuat daya saing produk agribisnis Indonesia di pasar internasional. Dengan sistem pelacakan data produksi yang transparan, komoditas pertanian nasional dapat memenuhi standar sertifikasi global yang menuntut proses budidaya yang ramah lingkungan dan terukur secara teknis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....