Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak

  • 15 Feb 2026 17:45 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Ranai - Perbedaan jenjang dalam kegiatan Gerakan Pramuka Indonesia kerap menjadi pertanyaan, terutama mengenai Siaga, Penggalang, dan Penegak. Selain itu, muncul pula pertanyaan mengapa sesama anggota pramuka saling memanggil dengan sebutan kakak.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Wakil Ketua Bina Muda Kwarcab Natuna, Zaharudnin dalam dialognya bersama RRI belum lama ini mengatakan, Pramuka Siaga diperuntukkan bagi anak sekolah dasar. Aktivitas khas yang dilakukan adalah Pesta Siaga, yang menitikberatkan pada keceriaan, kebersamaan, dan penanaman nilai dasar.

“Di sini penuh dengan orientasinya pada karakter usia dini, kegiatannya dirancang sesuai dengan perkembangan anak, sehingga tidak dibenarkan adanya kegiatan malam hari, ini biasanya berada di gugus depan,” kata Zaharuddin.

Sedangkan Pramuka Penggalang menurut Zaharuddin diperuntukkan bagi usia 11 hingga 16 tahun dan biasanya berpangkalan di sekolah menengah pertama SMP. Pada tahap ini, para anggota mulai memahami tanggung jawab dan manajemen kegiatan secara lebih mandiri.

"Pramuka penggalang ini simbol warnanya merah, penerapan dasa darma juga sudah mulai difokuskan,” ucap Zaharuddin.

Adapun Pramuka Penegak berada di tingkat sekolah menengah atas SMA. Pada fase ini, pembinaan lebih diarahkan pada pengembangan keterampilan khusus dan kemandirian. Penegak dibekali kemampuan teknis kepramukaan yang lebih mendalam sebagai persiapan menuju kedewasaan.

“Penegak ini mulai dibekali keterampilan khusus pada dirinya, tali temali, tekpramnya, nah mereka sudah menuju ke keterampilan,” ujarnya

Terkait sapaan kakak, Zaharuddin menyebut hal tersebut merupakan budaya dalam Gerakan Pramuka yang mencerminkan rasa hormat dan persaudaraan tanpa memandang usia. Sapaan ini menegaskan bahwa setiap anggota adalah saudara dalam satu keluarga besar pramuka, sekaligus membangun suasana yang hangat dan setara dalam proses pembinaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....