Ancaman Penyusutan Otak Akibat Smartphone
- 05 Feb 2026 08:57 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Ranai - Kecanduan terhadap ponsel pintar ternyata bukan sekadar masalah perilaku, melainkan ancaman nyata bagi struktur fisik otak manusia. Temuan ini didasarkan pada studi berjudul Structural and functional correlates of smartphone addiction yang dipublikasikan melalui laman resmi National Library of Medicine.
Penelitian yang dirilis oleh National Center for Biotechnology Information tersebut mengungkap adanya reduksi signifikan pada volume substansi abu-abu. Fenomena penyusutan ini ditemukan setelah peneliti membandingkan kondisi otak pengguna aktif dengan individu yang memiliki pola penggunaan lebih rendah.
Penurunan volume tersebut terjadi secara spesifik pada area otak yang memegang peranan krusial sebagai pusat kendali eksekutif. Kondisi klinis ini berdampak langsung pada penurunan kemampuan seseorang dalam memproses informasi secara efisien untuk menentukan pilihan.
Akibatnya, individu yang telah mengalami ketergantungan tinggi akan merasakan defisit yang cukup mengkhawatirkan saat harus mengambil keputusan. Selain itu, degradasi pada struktur otak tersebut memicu kerusakan permanen pada sistem regulasi perilaku manusia.
Hal ini menyebabkan seseorang kehilangan kendali atas impuls diri dan cenderung melakukan tindakan secara otomatis tanpa pertimbangan matang. Data penelitian menetapkan ambang batas risiko yang dimulai dari penggunaan rata-rata tiga jam tiga puluh menit pada hari kerja.
Angka tersebut menjadi semakin rawan ketika durasi pemakaian melonjak hingga empat jam dua puluh menit saat hari libur tiba. Jika kebiasaan ini terus berlanjut secara konsisten, otak manusia akan melakukan adaptasi struktural yang merugikan fungsi kognitif jangka panjang.
Kini menjaga keseimbangan gaya hidup digital bukan lagi sekadar tren kesehatan, melainkan sebuah kebutuhan medis yang sangat mendesak. Kesadaran untuk membatasi durasi layar menjadi kunci utama dalam melindungi kesehatan otak dari kerusakan struktural di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....