Dampak Buruk Kebiasaan Duduk Terlalu Lama
- 28 Jun 2025 20:30 WIB
- Ranai
KBRN. Ranai : Terbiasa duduk bekerja di depan laptop, scrolling media sosial sambil rebahan, atau nonton drama korea selama 8 jam non stop, di era sekarang dianggap hal yang biasa. Padahal beberapa hal perlu diketahui tentang dampak buruk dari kebiasaan duduk terlalu lama ini.
Seperti penjelasan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP pada akun Facebook “Erta Priadi Wirawija” berikut ini :
Tahukah anda bahwa kebiasaan duduk terlalu lama sekarang ini sudah dianggap sebagai the news smoking oleh para peneliti,. Artinya berdampak bagi kesehatan terutama kesehatan jantung.
Dampak itu sama bahayanya dengan perokok. Duduk saja memang terlihat pasif dan tidak berbahaya, tapi ketika kita duduk terlalu lama terutama selama 6 sampai 8 jam sehari bisa membuat metabolisme semakin melambat, sirkulasi darah mulai menurun dan otot-otot besar seperti paha atau betis bisa berhenti secara optimal, aliran dara ke jantung pun akan ikut menurun dan ini bisa memicu penggumpalan darah, tekanan darah naik, bahkan kadar gula darah semakin sulit untuk dikendalikan.
Duduk terlalu lama juga dapat memperburuk profil lemak darah. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang duduk terlalu lama yaitu sekitar 8 jam sehari tanpa diselingi dengan aktivitas ringan memiliki kadar kolestrol jahat (LDL) dan trigliserida yang lebih tinggi.
Bukan hanya kesehatan jantung yang terancam, kita juga lebih rentan terkena diabetes tipe 2, obesitas, bahkan kematian dini. Jadi walaupun kita bukan seorang perokok tapi memiliki kebiasaan duduk terlalu lama sampai berjam jam maka efeknya bisa setara dengan satu bungkus rokok per hari.
Bahkan orang yang rajin olahraga pagi 1 jam setiap hari tapi duduk terus 10 setelahnya, itu juga memiliki risiko terkena penyakit jantung yang lebih tinggi. Itu artinya olahraga itu tidak bisa menghapus efek buruk duduk terlalu lama, dan yang dibutuhkan adalah pergerakan kecil yang rutin sepanjang hari dan bukan hanya olahraga intens di pagi hari lalu pasif sepanjang waktu.
Tubuh diciptakan untuk banyak bergerak bahkan saat berdiri saja otot-otot besar bekerja menahan gravitasi dan menjaga postur dan membantu sirkulasi darah. Tapi saat kita duduk terlalu lama semua mati gaya, aliran darah melambat, kerja jantung jadi lebih berat, dan sistem metabolisme jadi malas-malasan.
Lama kelamaan yang rusak bukan saja pembuluh darah, tapi fungsi endotel jantung . Diketahui dalam fungsinya endotel jantung berperan sebagai lapisan pelindung penting dalam sistem kardiovaskular kita.
Duduk terlalu lama juga tidak hanya dilakukan oleh pekerja kantoran, banyak juga ibu rumah tanga yang duduk lama sambil menjahit, nonton televisi atau bermain HP sambil mengawasi anak. Bahkan remaja sekarang bisa duduk di depan gedged 6 sampai 10 jam sehari, jadi ini bukan hanya masalah pekerja kantoran tetapi juga masalah kebiasaan generasi modern.
Jadi solusi bagi yang memiliki kebiasaan duduk terlalu lama ini tidak perlu terlalu ekstrim. Kita cukup berdiri atau berjalan setiap 30 sampai 60 menit sekali, bangkit dari kursi jalan 2 sampai 3 menit, atau lakukan peregangan ringan,
Tidak harus sampai olahraga berat, bahkan berdiri sambil menjawab telepon, atau meeting sambil jalan pelan itu sudah jauh lebih baik dibandingkan hanya duduk di kursi empuk. Untuk yang selama ini memiliki kebiasaan kerja duduk di depan laptop maka bisa gunakan alarm atau aplikasi sebagai pengingat untuk berdiri dan bergerak tiap jam.
Bahkan jika kita lagi nonton film panjang coba jeda setiap episode untuk minum air atau ke dapur sambil mengambil camilan sehat. Tubuh kita dirancang bukan untuk perubahan yang besar tapi merubah kebiasaan kecil yang konsisten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....