Kiat Sukses Menjadi Mahasiswa Pasca Sarjana
- 10 Jan 2025 08:45 WIB
- Ranai
KBRN, Ranai : Pendidikan pascasarjana umumnya memiliki beban kuliah yang lebih berat dibandingkan pendidikan sarjana. Pasalnya, pada jenjang ini mahasiswa akan melakukan banyak tugas dan riset atau penelitian.
Hal tersebut disampaikan Wan Halida Novita yang akrab disapa Lida, salah seorang mahasiswa magister teknik sistem Universitas Gajah Mada (UGM). Lida yang merupakan anak asli Natuna ini mengatakan pada jenjang studi ini tak sedikit mahasiswanya itu merupakan pekerja, oleh karena itu, mahasiswa memerlukan manajemen waktu yang baik, dan cara belajar yang efektif untuk bisa menyelesaikan studi tepat waktu.
“Supaya bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu, kit aharus punya strategi belajar yang efektif sesuai dengan diri kita. Karena, strategi belajar tiap individu pasti berbeda. Kalau saya sendiri tipikal kalau belajar itu harus dengar musik, belajarnya jam dua pagi. Lebih harus bisa memanage waktu lagi karena kalau di S2 kan setiap pulang pasti bawa tugas, dan tugasnya itu meriview jurnal bisa sampai 20 han jurnal gitu” kata Lida saat obrolan Jaga Malam Pro 2 RRI Ranai.
Menurut Lida, ketangguhan mahasiswa pascasarjana bisa dikembangkan dengan cara mengingat kembali perjuangan orang tua yang rela mengorbankan apapun demi anaknya mempunyai pendidikan yang lebih baik.
“Kembali ke niat awal harus diusahakan tetap menjaga semangat sampai akhir, ingat orang tua kita. Ayah lida pernah bilang, ayah sebagai orang tua tidak bisa mewariskan harta, cuma bisa mewariskan ilmu untuk anak-anaknya. Harus menjaga kesempatan yang diberikan, teman teman yang kuliah diluar yang masih di sponsori finansial nya sm orang tua. Jangan nipu orang tua sendiri kayak kasus-kasus yang ramai belakangan ini” ujar Lida.
Lida juga menambahkan, di zaman yang semakin canggih ini, teknoligi sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas. Seperti AI yang dapat memudahkan proses pem,belajaran. Tetapi, tidak serta merta harus percaya 100 persen kepada kecerdasan buatan tersebut karena AI juga pernag salah. Maka dari itu, diperlukan kecermatan.
“AI ini sebenernya memudahkan, tapi harus diingat lagi, AI inikan kecerdasan buatan dan kita tau ada operator dibelakangnya, jadi gak bisa kita telan mentah-mentah. AI itu bisa salah, harus chek and recheck lembali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....