MUA Cowok di Natuna: Saputra Bantah Stigma lewat Kuas dan Kesabaran

  • 11 Jun 2026 21:32 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, NATUNA - Profesi Makeup Artist atau MUA identik dengan perempuan. Tapi stigma itu dipatahkan Saputra, salah satu MUA laki-laki di Natuna yang kini booking-nya mulai padat untuk acara wedding hingga wisuda.

Berawal dari rasa penasaran tahun 2022, Saputra justru menjadikan teman dan tetangga sebagai "kelinci percobaan" belajar makeup. Dari tutorial YouTube, ia tekun mengasah skill hingga akhirnya dikenal banyak warga Natuna.

“Awal mula saya jadi MUA pada tahun 2022. Untuk acara mulai dari make up wedding, prawedding, event perpisahan, wisuda dan acara lainnya. Penasaran kok dari yang biasa bisa diubah jadi cantik karena make up, sambil belajar jadiin teman dan tetangga jadi bahan percobaan, belajar dari tutorial di youtube, akhirnya keterusan dan mulai dikenal banyak orang,” ujar Saputra saat diwawancarai Pro2, Kamis, 12 Juni 2026.

Perjalanan Saputra tak semulus hasil makeup-nya. Sebagai MUA laki-laki di daerah, ia harus berhadapan langsung dengan stigma negatif dari lingkungan. Keraguan klien menjadi "makanan sehari-hari" yang harus ia hadapi dengan kesabaran.

“Awalnya sering dapat stigma negatif dari lingkungan, orang-orang pada ragu, itu tantangannya, udah jadi makanan sehari-hari lah. Intinya kita harus sabar, dan selalu punya niat untuk memberikan yang terbaik kpada klien nya,” jelasnya.

Tantangan tak berhenti di stigma. Tinggal di Natuna membuat Saputra kesulitan membangun kepercayaan klien sekaligus mengakses produk makeup yang harganya lebih mahal karena ongkir.

“Tantangan terberat itu membangun kepercayaan orang, saya sebagai MUA cowok, pasti ada yang ragu, cari klien dan akses produk juga tantangan bagi saya yang tinggal di Natuna. Tapi saya fokus kasih pelayanan dan hasil terbaik aja untuk klien saya. Alhamdulillah dari situ mulai banyak yang percaya dan merekomendasikan jasa saya,” tuturnya.

Konsistensi memberi hasil terbaik itu akhirnya berbuah. Dari yang awalnya diragukan, kini jasa Saputra mulai direkomendasikan dari mulut ke mulut oleh klien yang puas.

Di akhir wawancara, Saputra berpesan kepada anak muda, khususnya laki-laki yang punya skill tapi ragu untuk memulai. Baginya, gender bukan penghalang untuk berkarya di bidang kreatif.

“Jangan pernah ragu dan malu untuk mengembangkan skill yang kamu punya, terus belajar dan jangan takut mecoba. Cowok juga bisa jadi MUA. Sentuhan kuas tidak hanya merias wajah tapi membangun kepercayaan diri,” pesannya.

Kisah Saputra menjadi bukti bahwa UMKM kreatif dari daerah 3T juga mampu bersaing. Dengan modal skill dan mental baja, batasan geografis dan stigma gender bisa dipatahkan satu per satu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....