Risiko Dibalik Kesenangan Free Diving
- 08 Feb 2025 10:44 WIB
- Ranai
KBRN, Natuna: Memiliki hobi free diving cukup menyenangkan dan memberikan manfaat bagi kesehatan baik fisik dan mental. Meskipun memiliki beragam manfaat, free diving juga memiliki risiko yang makin besar ketika dilakukan di laut.
Hal ini karena arus, gelombang, dan kondisi cuaca di laut bisa berubah sewaktu-waktu dan dapat mengganggu rencana penyelaman.
Beberapa risiko yang dapat terjadi saat melakukan free diving berdasarkan situs www.alodokter.com :
- Gangguan pendengaran
Salah satu penyakit yang sering dialami oleh penyelam adalah gangguan pendengaran, seperti berdenging. Kondisi ini juga bisa dialami oleh free divers maupun scuba divers akibat perbedaan tekanan udara.
Pada beberapa kasus, penyelam yang gagal melakukan equalizing bahkan dapat mengalami gendang telinga pecah. Hal ini disebabkan oleh tekanan berlebih ketika penyelam memaksakan diri untuk menyelam lebih dalam tanpa melakukan equalizing.
- Dekompresi
Ketika menahan napas sebelum melakukan penyelaman, tubuh tidak hanya menghirup oksigen, tetapi juga nitrogen. Penyelaman yang dilakukan berulang dalam waktu singkat dapat membuat nitrogen mengendap di tubuh dalam bentuk gelembung. Pada kasus yang parah, gelembung nitrogen ini dapat menyumbat aliran darah (emboli) serta mengganggu kerja persendian.
Penumpukan gelembung nitrogen di dalam tubuh ini dikenal dengan istilah dekompresi. Meskipun jarang, penumpukan gelembung ini juga dapat menyebabkan free divers mengalami sakit kepala, hilang kesadaran, sampai stroke.
- Pingsan
Pingsan dapat terjadi ketika kadar oksigen dalam tubuh terlalu rendah. Hal ini dapat terjadi ketika penyelam menuju permukaan air setelah menyelam pada kedalaman lebih dari 10 meter. Ketika penyelam menuju permukaan terlalu cepat, tekanan di dalam air berkurang lebih cepat daripada tekanan di dalam tubuh. Hal ini membuat paru-paru terkejut dan menyebabkan penyelam pingsan.
Meskipun menawarkan banyak manfaat, free diving tetap perlu dilakukan dengan tepat dan dibawah pengawasan ahli, terutama pada pemula. Semua upaya dilakukan untuk memaksimalkan manfaat dan menghindari risiko akibat teknik free diving yang dilakukan dengan kurang tepat. Free diving bisa dilakukan oleh semua orang. Namun, jika memiliki riwayat sinusitis, masalah pada gendang telinga, atau berusia lebih dari 40 tahun, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum melakukan free diving.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....