Aktor Jepang Murakami Niji Dirujuk ke Jaksa atas Dugaan Kasus Penganiayaan
- 26 Jun 2026 16:25 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Aktor Jepang Nijirō Murakami dikabarkan telah dirujuk kepada pihak kejaksaan atas dugaan kasus penganiayaan terhadap seorang perempuan yang pernah menjalin hubungan dengannya. Berdasarkan informasi dari sumber investigasi, dugaan kekerasan tersebut disebut terjadi sekitar dua tahun lalu di kediamannya yang berada di kawasan Shibuya, Tokyo.
Dalam laporan tersebut, Murakami diduga melakukan kekerasan fisik secara berulang terhadap sang mantan kekasih, termasuk tindakan pemukulan di bagian wajah. Akibat kejadian itu, korban disebut mengalami luka serius yang membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk proses pemulihan.
Kasus ini pun menuai perhatian publik Jepang karena melibatkan sosok yang dikenal di industri hiburan. Banyak pihak menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun, baik dilakukan oleh seorang figur publik maupun masyarakat biasa. Publik berharap proses hukum berjalan dengan tepat dan Murakami dapat mempertanggungjawabkan dugaan tindakannya.
Sebelum terseret dalam kasus ini, Nijirō Murakami dikenal sebagai salah satu aktor muda Jepang yang memiliki reputasi kuat lewat berbagai proyek film dan serial. Ia memulai debut aktingnya melalui film Still the Water, di mana ia memerankan karakter Kaito dan mendapat perhatian setelah film tersebut berkompetisi di Cannes Film Festival.
Namanya semakin dikenal secara internasional setelah memerankan karakter Shuntaro Chishiya dalam serial populer Netflix Alice in Borderland. Karakter Chishiya yang tenang, cerdas, dan penuh misteri membuatnya mendapatkan banyak penggemar dari berbagai negara.
Selain itu, Murakami juga tampil dalam sejumlah proyek besar seperti film Tokyo Revengers 2 sebagai Kazutora Hanemiya, serta beberapa film lain seperti The Hound of the Baskervilles: Sherlock the Movie, Last of the Wolves, dan Rurouni Kenshin: The Beginning.
Di tengah sorotan terhadap kasus dugaan penganiayaan tersebut, masyarakat kembali mengingatkan bahwa popularitas dan status seorang selebritas tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan tindakan kekerasan. Banyak pihak berharap kasus ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menghormati keselamatan dan hak setiap individu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....