Keistimewaan Puasa Arafah: Penuh Pahala, Penghapus Dosa, dan Sunnah Rasulullah

  • 26 Mei 2026 19:27 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam. Dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Raya Iduladha, puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Tidak hanya membawa pahala besar, Puasa Arafah juga disebut sebagai amalan yang mampu menghapus dosa selama dua tahun.

Lalu, apa saja fakta tentang keistimewaan Puasa Arafah berdasarkan Al-Qur’an dan hadis shahih? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Puasa Arafah Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW

Puasa Arafah adalah ibadah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), khususnya bagi Muslim yang tidak sedang berhaji. Hal ini karena jamaah haji di Padang Arafah dianjurkan untuk fokus beribadah dan tidak berpuasa agar tetap kuat menjalani rangkaian ibadah haji.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

(HR. Muslim No. 1162)

Hadis shahih ini menunjukkan betapa besar keutamaan Puasa Arafah. Allah SWT memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk mendapatkan pengampunan dosa selama dua tahun hanya dengan menjalankan satu hari puasa sunnah.

2. Menjadi Salah Satu Hari Terbaik dalam Islam

Hari Arafah termasuk dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Bahkan, Allah bersumpah atas keutamaan hari-hari tersebut dalam Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”

(QS. Al-Fajr: 1–2)

Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” merujuk pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, termasuk Hari Arafah. Hari ini menjadi momen penuh keberkahan untuk memperbanyak amal saleh seperti puasa, dzikir, takbir, sedekah, dan doa.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).”

(HR. Bukhari No. 969)

3. Hari Arafah Disebut Sebagai Hari Disempurnakannya Agama Islam

Salah satu keistimewaan besar Hari Arafah adalah turunnya ayat tentang kesempurnaan agama Islam.

Allah SWT berfirman:

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.”

(QS. Al-Ma’idah: 3)

Ayat ini turun saat Rasulullah SAW sedang wukuf di Arafah pada Haji Wada’. Ini menunjukkan bahwa Hari Arafah memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat istimewa bagi umat Islam.

4. Hari dengan Banyak Pembebasan dari Api Neraka

Hari Arafah juga dikenal sebagai hari di mana Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan seseorang dari api neraka selain Hari Arafah.”

(HR. Muslim No. 1348)

Hadis ini menjadi pengingat bahwa Hari Arafah adalah kesempatan emas untuk memperbanyak doa, istighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

5. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Selain berpuasa, Hari Arafah juga dikenal sebagai waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.”

(HR. Tirmidzi No. 3585, dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa, memohon ampunan, rezeki, kesehatan, serta keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Siapa yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan Berpuasa Arafah?

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang berhaji. Sementara bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, para ulama menjelaskan bahwa lebih utama tidak berpuasa agar memiliki tenaga untuk menjalankan ibadah haji secara maksimal.

Puasa Arafah bukan sekadar puasa sunnah biasa. Ibadah ini menyimpan banyak keistimewaan, mulai dari penghapusan dosa dua tahun, kesempatan mendapatkan ampunan Allah, hingga menjadi momen terbaik untuk berdoa. Dengan landasan hadis shahih dan ayat Al-Qur’an, Puasa Arafah menjadi amalan yang sangat sayang untuk dilewatkan, terutama bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan haji.

Maka, mari manfaatkan Hari Arafah dengan memperbanyak ibadah, memperkuat doa, dan menjalankan puasa sunnah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....