Layanan Pensiun Korea Selatan Kewalahan usai Isu Heeseung Tinggalkan ENHYPEN

  • 18 Mar 2026 19:48 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Ranai- Layanan Pensiun Nasional Korea Selatan atau National Pension Service (NPS) mendadak menjadi sorotan publik setelah kabar keluarnya Heeseung dari ENHYPEN memicu reaksi besar dari penggemar.

Komisaris NPS, Kim Sung Joo, menjelaskan situasi tersebut melalui media sosial. Ia menyebutkan bahwa dalam satu pekan terakhir, Pusat Dukungan Pensiun Internasional mengalami lonjakan panggilan dari luar negeri yang sangat tinggi hingga sempat mengganggu operasional. Selain itu, sekitar 1.500 email masuk hanya dalam waktu dua jam.

Lonjakan ini berasal dari penggemar internasional yang merasa kecewa atas kepergian Heeseung, dan secara keliru mengarahkan protes mereka kepada NPS. Hal ini terjadi karena NPS diketahui sebagai salah satu pemegang saham utama di HYBE Corporation.

Kim menegaskan bahwa Pusat Dukungan Pensiun Internasional sebenarnya berfokus pada layanan bagi pekerja asing di Korea Selatan serta warga Korea yang bekerja di luar negeri. Akibat situasi ini, layanan konsultasi pensiun reguler pun sempat terganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna.

Ia juga menekankan bahwa NPS berperan sebagai investor jangka panjang yang mengelola dana pensiun masyarakat, sehingga tidak terlibat dalam keputusan manajerial atau urusan internal perusahaan tempat mereka berinvestasi. Menurutnya, meskipun NPS memiliki portofolio investasi di berbagai perusahaan di lebih dari 80 negara, mereka tidak ikut campur dalam kebijakan internal, termasuk pembentukan maupun perubahan anggota grup K-pop.

Sementara itu, label di bawah HYBE, Belift Lab, pada 10 Maret telah mengumumkan bahwa Heeseung resmi meninggalkan ENHYPEN. Ia disebut akan melanjutkan karier sebagai artis solo dan tengah mempersiapkan perilisan album perdananya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....