Cara Cerdas Mencegah Anak Tantrum
- 28 Feb 2026 13:15 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Tantrum adalah bagian alami dari proses tumbuh kembang anak, terutama pada usia balita. Pada fase ini, anak belum sepenuhnya mampu mengungkapkan perasaan dan keinginannya dengan kata-kata. Akibatnya, tangisan keras, teriakan, berguling di lantai, hingga melempar barang menjadi cara mereka meluapkan emosi.
Tantrum sering kali membuat orang tua merasa kewalahan. Tangisan keras di pusat perbelanjaan, teriakan saat diminta berhenti bermain, atau aksi berguling di lantai bisa memancing rasa malu sekaligus frustrasi.
Pada usia balita, kemampuan berbahasa anak belum berkembang sempurna. Ketika mereka merasa lapar, lelah, kecewa, atau marah, tidak semua perasaan itu mampu diungkapkan dengan kata-kata. Akibatnya, emosi meluap dalam bentuk tantrum.
Sering kali tantrum muncul karena kebutuhan dasar anak belum terpenuhi. Anak yang kurang tidur atau terlambat makan cenderung lebih sensitif. Begitu pula saat rutinitas berubah secara tiba-tiba, anak bisa merasa tidak nyaman dan kehilangan rasa aman.
Mencegah tantrum dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membangun rutinitas harian yang konsisten. Jadwal makan, bermain, dan tidur yang teratur membantu anak merasa lebih tenang karena tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Yang tak kalah penting adalah mengajarkan anak mengenali emosinya. Saat anak terlihat marah, orang tua bisa membantu dengan mengatakan, “Kamu kesal karena mainannya diambil, ya?” Kalimat sederhana seperti ini membantu anak memahami apa yang ia rasakan. Seiring waktu, anak akan belajar bahwa perasaan bisa diungkapkan dengan kata-kata, bukan dengan teriakan.
Dalam menghadapi tanda-tanda tantrum, ketenangan orang tua menjadi kunci. Anak belajar dari respons yang ia lihat. Jika orang tua membalas dengan kemarahan, situasi bisa semakin memburuk. Sebaliknya, sikap tenang dan konsisten memberi contoh bahwa emosi dapat dikelola dengan cara yang lebih sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....