HYBE Gugat Putusan Pengadilan Soal Min Hee Jin

  • 12 Feb 2026 14:56 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, RANAI- Pada 12 Februari, HYBE mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi putusan pengadilan atas gugatan terkait pemutusan perjanjian pemegang saham dengan Min Hee Jin. Perusahaan menyayangkan sebagian argumennya tidak diterima dan menyatakan akan mempelajari amar putusan secara menyeluruh sebelum menempuh langkah hukum lanjutan, termasuk banding.

Di hari yang sama, Divisi Perjanjian Sipil 31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul menolak permohonan HYBE untuk mengesahkan pemutusan perjanjian tersebut. Dalam perkara terpisah, pengadilan justru mengabulkan gugatan Min terkait pelaksanaan opsi jual (put option), serta memerintahkan HYBE membayar sekitar 25,5 miliar won (sekitar 19 juta dolar AS). Pengadilan juga membebankan biaya perkara kepada HYBE dan menegaskan bahwa penggunaan opsi jual oleh Min sah.

Sengketa ini bermula pada April 2024 ketika HYBE melakukan audit internal dan menuding Min mencoba mengambil alih kendali manajemen ADOR dengan menjajaki investor eksternal demi kemungkinan independensi label tersebut. Pada Agustus, HYBE menyampaikan pemberitahuan pemutusan perjanjian dengan alasan pelanggaran kontrak.

Min Hee Jin membantah tudingan tersebut dan menilai tindakan HYBE sebagai bentuk pembalasan atas pernyataan publiknya yang menyebut girl group ILLIT memiliki kemiripan dengan NewJeans. Pada November 2024, Min resmi memberi tahu HYBE tentang rencananya menggunakan hak opsi jual atas 13,5 persen dari total 18 persen saham ADOR yang dimilikinya, dengan nilai sekitar 25,5 miliar won.

HYBE menolak membayar dengan alasan dugaan upaya pengambilalihan manajemen merupakan pelanggaran berat yang membenarkan pemutusan kontrak. Namun, majelis hakim menilai bahwa penjajakan investasi tersebut tetap memerlukan persetujuan HYBE sehingga tidak dapat berjalan secara independen, dan tidak cukup kuat untuk dianggap sebagai pelanggaran serius.

Pengadilan juga menyatakan komentar Min mengenai dugaan kemiripan ILLIT dan NewJeans merupakan opini, bukan pernyataan fakta, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai penyebaran informasi palsu. Selain itu, hakim menilai pemutusan kontrak akan menimbulkan kerugian nyata bagi Min, sementara HYBE belum mampu membuktikan dasar yang memadai untuk tindakan tersebut.

Usai putusan, agensi baru Min, ooak Records, menyampaikan penghormatan terhadap pertimbangan hukum yang dinilai objektif dan menyebut keputusan itu menegaskan keabsahan perjanjian pemegang saham serta hak opsi jual Min. Mereka berharap kasus ini menjadi momentum refleksi bagi industri K-pop terkait praktik yang adil dan komitmen kontraktual, sekaligus menyatakan akan berfokus pada kegiatan kreatif dan bisnis ke depan.

Di sisi lain, HYBE memastikan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Perkara ini berlangsung di tengah dinamika lain yang melibatkan NewJeans. Pada Oktober lalu, Pengadilan Distrik Pusat Seoul memenangkan ADOR dalam sengketa terpisah terkait keabsahan kontrak eksklusif lima anggota grup tersebut. Setelah pembahasan internal, Haerin, Hyein, dan Hanni kembali ke ADOR, status Minji masih dibahas, sementara Danielle telah dikeluarkan dari grup. ADOR juga melayangkan gugatan ganti rugi bernilai puluhan miliar won terhadap Danielle, keluarganya, serta Min Hee Jin atas dugaan pelanggaran kontrak.

Dengan perkara HYBE dan Min Hee Jin berlanjut ke tahap banding, hasil akhirnya diperkirakan akan berdampak besar terhadap praktik tata kelola perusahaan dan sistem kontraktual di industri K-pop.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....