Komentar Rosé BLACKPINK Picu Isu Pembubaran Grup
- 29 Jan 2026 14:02 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Ranai - Setelah menuntaskan tiga hari konser di Hong Kong, China, BLACKPINK secara resmi menutup rangkaian tur dunia DEADLINE. Tur tersebut mencakup 33 pertunjukan yang digelar selama kurang lebih enam bulan. Penyebutan berulang frasa “konser terakhir” oleh para anggota memicu keresahan di kalangan penggemar, mengingat tur ini berakhir tanpa pengumuman tambahan mengenai konser penutup atau encore.
Pada malam puncak konser, Jennie, Lisa, dan Rosé tampak emosional saat menyampaikan pesan perpisahan kepada BLINK. Ketiganya bahkan tak kuasa menahan air mata, menyadari bahwa mereka akan kembali berpisah dengan penggemar dalam jangka waktu yang cukup lama. Momen Jennie menangis di atas panggung turut terekam dan menyebar luas di media sosial, sehingga memperkuat spekulasi terkait masa depan BLACKPINK seiring mendekatnya periode pembaruan kontrak.
Spekulasi tersebut kembali mencuat setelah Rosé hadir sebagai bintang tamu dalam podcast Call Her Daddy. Untuk pertama kalinya, ia menanggapi secara terbuka isu mengenai kemungkinan pembubaran grup. Menjawab pertanyaan pembawa acara Alex terkait kemungkinan salah satu anggota memilih tidak melanjutkan aktivitas bersama, Rosé menyatakan bahwa keputusan semacam itu akan selalu dihormati oleh seluruh anggota.
Rosé menjelaskan, dinamika BLACKPINK layaknya hubungan pada umumnya yang menuntut saling pengertian dan penghormatan terhadap pilihan personal. Ia menegaskan bahwa keempat anggota tidak akan mengesampingkan keputusan siapa pun, serta percaya bahwa setiap pilihan yang diambil merupakan keputusan terbaik bagi individu tersebut.
Pernyataan tersebut langsung memicu berbagai respons dari komunitas penggemar. Meski Rosé tidak secara eksplisit menyinggung pembubaran, sikap terbuka terhadap kemungkinan “tidak melanjutkan” aktivitas grup dipandang oleh sebagian penggemar sebagai sinyal bahwa opsi tersebut tetap terbuka bagi BLACKPINK.
Di media sosial, sebagian BLINK menilai pernyataan Rosé sebagai upaya mempersiapkan penggemar secara emosional terhadap berbagai kemungkinan. Sementara itu, pihak lain melihatnya sebagai gambaran realistis atas perjalanan grup yang telah aktif hampir satu dekade, di mana setiap anggota mulai mempertimbangkan arah karier masing-masing.
Saat ini, BLACKPINK berada pada fase yang jarang dicapai girl group K-pop, yakni memiliki pengaruh global yang besar sekaligus menghadapi tantangan terkait pilihan karier personal. Setelah lebih dari satu tahun fokus pada aktivitas solo, keempat anggota mencatatkan capaian signifikan di bidang musik, mode, dan hiburan, yang menunjukkan kapasitas mereka untuk berkembang secara mandiri. Kondisi tersebut membuat masa depan BLACKPINK menjadi sorotan, terutama menjelang pembahasan perpanjangan kontrak.
Meski demikian, harapan penggemar masih tetap terjaga. Sejumlah BLINK menantikan kelanjutan aktivitas grup, termasuk kemungkinan perilisan resmi mini album DEADLINE yang diikuti tur dunia lanjutan. Media Korea juga melaporkan adanya rencana penambahan enam konser DEADLINE di Amerika Utara dan Korea Selatan, meskipun hingga kini belum ada konfirmasi resmi.
Di sisi lain, BLACKPINK akan merayakan ulang tahun ke-10 debut mereka pada 8 Agustus mendatang. Momen ini dipandang sebagai tonggak penting, baik bagi penggemar maupun para anggota, karena diyakini akan menjadi titik penentu arah masa depan girl group global tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....