Taruna Angkatan Laut Menyemai Semangat di Natuna
- 03 Agt 2026 20:41 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna-Mentari baru saja menyapu langit Natuna. Angin laut berembus pelan, seolah membawa kabar baik ke sebuah sekolah yang berdiri di beranda paling utara Indonesia. Di Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Kabupaten Natuna, langkah-langkah tegap para taruna di sambut hangat para siswa . Sebuah perjumpaan sederhana, namun menyimpan harapan yang begitu besar.
Taruna AAL memberikan Materi pembinaan karakter dan Kedisiplinan untuk pelajar Sekolah Rakyat Natuna
Hari itu bukan sekadar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS. lima Taruna Akademi Angkatan Laut hadir membawa semangat pengabdian melalui Program Integratif Bhakti Akademi TNI dan Akpol Tahun 2026. Mereka datang bukan hanya sebagai tamu, melainkan sebagai kakak, sahabat, sekaligus inspirasi bagi anak-anak yang tumbuh di wilayah perbatasan.

Komandan Batalyon 1 Taruna Akademi Angkatan Laut, Mayor Laut (P) Unggul Firmansyah Wuryantoro, S.H., M.H. ikut berpartisipasi memberikan motivasi kepada pelajar SR Natuna
Komandan Batalyon 1 Taruna Akademi Angkatan Laut, Mayor Laut (P) Unggul Firmansyah Wuryantoro, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di sejumlah daerah Indonesia. Untuk Provinsi Kepulauan Riau, hanya tiga wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan, yakni Natuna, Kepulauan Anambas, dan Tanjungpinang.
"Program ini merupakan bentuk pengabdian Taruna Akademi TNI dan Akpol kepada masyarakat. Kami ingin hadir di tengah generasi muda, khususnya di daerah perbatasan, untuk menanamkan semangat bela negara, kedisiplinan, kepemimpinan, serta memberikan motivasi agar mereka berani bercita-cita setinggi mungkin. Kami berharap dari Natuna akan lahir lebih banyak calon pemimpin bangsa dan prajurit TNI yang membanggakan." Ujar Mayor Laut (P) Unggul Firmansyah Wuryantoro, S.H., M.H.,

Komandan Batalyon 1 Taruna Akademi Angkatan Laut, Mayor Laut (P) Unggul Firmansyah Wuryantoro, S.H., M.H bersama para Taruna AAL .
Selama tujuh hari, mulai 3 hingga 9 Agustus 2026, para taruna mengajarkan lebih dari sekadar teori. Mereka menanamkan nilai kedisiplinan, cinta tanah air, kepemimpinan, dan keberanian untuk bermimpi. Setiap materi disampaikan dengan pendekatan yang hangat sehingga mudah diterima oleh para siswa.
"Karena sesungguhnya, mimpi tidak pernah memandang seseorang lahir di kota besar ataupun pulau terluar. Mimpi hanya berpihak kepada mereka yang berani berjuang." Ucap Mayor Laut (P) Unggul Firmansyah Wuryantoro,

Pelajar Sekolah Rakyat Natuna antusias menyimak pemaparan para Taruna
Suasana belajar pun berubah menjadi penuh semangat. Tepuk tangan bergema di ruang kelas, yel-yel membangkitkan keberanian, sementara permainan dan ice breaking membuat wajah-wajah kecil itu dipenuhi senyum. Di balik setiap tawa, perlahan tumbuh rasa percaya diri yang sebelumnya mungkin belum pernah mereka rasakan.

Sermatar (E) Andrew Abraham Tambun bersama pelajar Sekolah Rakyat
Di sela-sela kegiatan, Sermatar (E) Andrew Abraham Tambunan tampak membaur dengan para siswa. Ia mendengarkan cerita mereka, menjawab pertanyaan dengan sabar, bahkan sesekali tertawa bersama. Tidak ada jarak antara taruna dan pelajar. Yang terlihat hanyalah hubungan hangat layaknya kakak yang sedang membimbing adik-adiknya.

Kepala Sekolah Rakyat Natuna Bumi Selan bersama Siswa Sekolah Rakyat
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Kabupaten Natuna, Bumi Selan, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para taruna. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi para siswa untuk terus belajar, mencintai bangsa, dan berani menggantungkan cita-cita setinggi langit.
"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kehadiran Taruna Akademi Angkatan Laut di sekolah ini. Anak-anak mendapat pengalaman yang sangat berharga. Mereka tidak hanya belajar tentang kedisiplinan, tetapi juga melihat secara langsung sosok yang dapat dijadikan teladan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini mampu membangkitkan semangat belajar dan menumbuhkan cita-cita besar bagi peserta didik kami." Ujar Bumi Selan
Di antara puluhan siswa yang mengikuti kegiatan, duduk seorang anak bernama Muhammad Hazrien. Putra seorang nelayan dari Pulau Seluan itu menyimak setiap materi dengan mata berbinar. Sesekali pandangannya tertuju pada seragam putih para taruna, seolah sedang membayangkan dirinya berada di posisi yang sama suatu hari nanti.
Dengan suara lirih namun penuh keyakinan, Hazrien mengaku ingin menjadi prajurit TNI Angkatan Laut. Baginya, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah. Laut yang setiap hari ia lihat bukan hanya menjadi sumber kehidupan keluarganya, tetapi juga jalan menuju pengabdian kepada bangsa.
"Saya senang sekali bisa bertemu kakak-kakak Taruna Angkatan Laut. Saya ingin belajar lebih giat supaya suatu hari nanti bisa masuk Akademi Angkatan Laut dan menjadi prajurit TNI AL. Saya ingin membanggakan orang tua dan menjaga laut Indonesia." Ucap Hazrien
Mayor Laut Unggul Firmansyah optimistis semakin banyak putra-putri Natuna mampu mengikuti jejak taruna yang telah lebih dahulu berhasil menembus Akademi Angkatan Laut. Ia mengajak para siswa untuk terus belajar, menjaga disiplin, membangun karakter, serta tidak pernah takut bermimpi besar.
"Indonesia membutuhkan generasi yang berjiwa tangguh , berkarakter kuat, dan siap mengabdi dengan sepenuh hati." Ujar Unggul Firmansyah
Menjelang siang, kegiatan hari itu memang usai. Namun semangat yang ditinggalkan para taruna tidak ikut pulang. Ia tinggal di ruang-ruang kelas, di halaman sekolah, dan terutama di hati anak-anak yang kini mulai percaya bahwa masa depan mereka bisa berubah.
Berawal dari sebuah sekolah sederhana di beranda negeri, harapan sedang tumbuh perlahan. Mungkin beberapa tahun lagi, salah satu anak yang hari ini duduk di bangku Sekolah Rakyat akan berdiri tegak mengenakan seragam kebanggaan, mengawal laut Indonesia, membawa nama Natuna ke panggung pengabdian, dan membuktikan bahwa mimpi besar memang bisa lahir dari pulau paling ujung negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....