Mengenal Sejarah Kerajaan Batak
- 29 Jul 2026 12:49 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Suku Batak merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia dan masuk ke dalam urutan ketiga setelah Suku Jawa dan Suku Sunda. Sebagian besar orang Batak mendiami wilayah Karo, Dairi, Simalungun, Asahan, dan Tapanuli Utara. Seperti yang dilansir dari laman Kompas, Suku Batak berasal dari provinsi Sumatera Utara. Sekitar 2.000 tahun SM, wilayah Sumatera Utara telah dihuni oleh orang-orang yang bermigrasi dari Cina bagian selatan atau orang Proto Melayu dan Deutro Melayu.
Mereka bermukim di dataran tinggi di sekitar Danau Toba. Kelompok tersebut mulai membuat permukiman di Sianjur yang kemudian berkembang dan menyebar ke wilayah di sekitarnya. Setelah hidup dalam satu permukiman dan membentuk suatu kelompok masyarakat, kerajaan-kerajaan kecil pun terbentuk.
Masing-masing memiliki sistem pemerintahan dan hukum adatnya sendiri.Seperti dikatakan Ketua Ikatan Keluarga Batak Islam Natuna (IKABINA) H. Hasmar Nasution dalam acara Komunitas Batak di Pro 1 RRI Ranai pada Senin 20 Juli 2026.
”Kerajaan batak yang sering kita dengar adalah Kerajaan Sisingamangaraja mulai dari yang pertama, ke-2, dan sampai yang ke-12. Nah yang ke-12 ini barulah dari anak-anaknya berkembang menjadi raja di kampung atau di daerahnya maisng maising. Sebenarnya di tanah batak itu tidak ada yang namanya suatu Kerajaan yang memang menguasai seluruh tanah batak. Jadi dari keturunan raja Sisingamangaraja ini merantau ke suatu wilayah dan kemudian membuka sebuah kampung, maka jadilah dia sebagai seorang raja pada kampung tersebut, begitu juga dengan anak dan keturunannya, jika merantau pergi ke suatu wilayah yang kosong dan membuka kampung maka jadilah dia raja di kampung tersebut. Jadi untuk raja yang sentra itu tidak ada dari dulu sampai dengan sekarang”.
Dilansir BATAKKEREN, dalam budaya batak, peraturan atau tata cara dalam berkomunikasi memegang peranan penting. Partuturan bukan sekadar sapaan, melainkan mencerminkan hubungan kekerabatan yang erat kaitannya dengan silsilah keluarga.
Itulah mengapa orang batak memiliki beragam sebutan atau nama panggilan khusus ketika saling bertutur sapa. Setiap panggilan punya arti dan posisi tersendiri, menegaskan bagaimana seseorang harus menghormati kerabatnya.
“panggilan atau silsilah dalam suku batak diambil dari sejarah ada yang marganya harahap, hasibuan, nasution, dan lain-lain. Itu adalah panggilan yang berasal dari kampung-kampung terdahulu”
Bagi masyarakat Batak, memanggil seseorang dengan panggilan yang tepat bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap adat, garis keturunan, dan martabat keluarga. Salah panggilan bisa dianggap tidak menghargai struktur kekerabatan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....