JNE: Kurir dan Napas UMKM di Perbatasan Negeri

  • 12 Mei 2026 20:41 WIB
  •  Ranai
Poin Utama
  • JNE
  • WRITING COMPETITION
  • ConnectingHappiness

RRI.CO.ID, Natuna - Indonesia mencatat miliaran pengiriman paket setiap tahun. JNE termasuk salah satu yang cukup mendominasi dengan rantai pengirimanannya hingga ke wilayah perbatasan. Maka tidak heran, bahwa JNE akan memasuki umurnya yang ke 36 tahunnya ini, terus membersamai kita sejak tahun 1990 berdiri. Tentunya hal ini tidak lepas dari orang-orang spesial di balik layar diantaranya adalah kurir dan tenaga operasional yang senantiasa bersikap loyal kepada JNE.

Muhammad Taufik, salah satu kurir JNE yang sudah bekerja selama belasan tahun di JNE Natuna. Bukan hal yang mudah, menjadi kurir di perbatasan seperti di Natuna. Natuna adalah nama sebuah kabupaten di Kepulauan Riau. Natuna sendiri termasuk wilayah paling ujung utara pulau Indonesia. Wilayah yang lebih dekat dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam dibanding dengan sebagian gugusan pulau lainnya di Indonesia. Meski tidak begitu menonjol di peta, Natuna cukup mempunyai nilai strategis dan historis yang berarti bagi Indonesia, terutama sebagai wilayah perbatasan dengan kekuatan militer yang berperan menjaga kedaulatan negara dari ancaman asing.

Bagi Taufik, tentu kondisi Natuna dengan cakupan wilayah yang luas serta gugusan pulau-pulau kecil di sekitarnya menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan pekerjaannya. Keterbatasan Sumber daya manusia (SDM) yang yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah menuntut Taufik harus ekstra sabar dan mencintai pekerjaannya. Ia rela menembus keterbatasan akses pengantaran dengan kondisi yang masih ditemuinya yaitu jalan yang belum disemen atau diaspal, pasokan listrik permukiman yang minim, belum lagi jika berada saat cuaca musim utara yang disertai angin kencang dan hujan lebat, hingga jarak tempuh yang jauh yang telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Rasa lelah dan terkadang ingin menyerah sudah pasti sering melintas di benaknya. Namun, ia menghadapinya dengan penuh rasa tegar dan bersyukur di tengah efisiensi global yang kian mendera. Bapak yang hampir memasuki usia kepala empat ini selalu menerapkan sikap disiplin dan bertanggung jawab. Disiplin dalam menyelesaikan tugas pekerjaannya dan bertanggung jawab atas beban yang dipikulnya baik untuk keluarganya saat ini dan atas nama perusahaan JNE.

Selain jarak dan kondisi alam, beberapa tantangan lain juga sering ia terima yaitu komplain dari customer. Saat mengantar paket COD (Cash off Delivery) di wilayah jauh dengan waktu tempuh bisa mencapai dua hingga tiga jam perjalanan, sampai di lokasi customer mencancel paketnya tanpa melihat perasaan si Kurir antar. Tapi memang hal ini adalah resiko yang pasti akan sering dihadapinya. Belum lagi dengan alamat pengiriman di wilayah perbatasan yang juga masih banyak pemukiman tanpa nomor rumah, hanya nama desa, jalan ataukah sekadar nama inisial. Bagi Taufik yang notabene bukan orang asli Natuna, dia adalah orang perantauan dari sumatra utara sudah pasti akan bingung dan banyak memakan waktu ketika dia baru pertama mendatangi wilayah yang asing baginya. Tidak berhenti disini, ketika warga pun tidak berada di tempat, karena bisa dilihat karakteristik warga Natuna sendiri yang kebanyakan mempunyai aktifitas di luar rumah. Bisa dikatakan mayoritas warga Natuna memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Tapi baginya, setiap halangan yang datang mempunyai hikmah tersendiri baginya. Ia pun tetap bersyukur dapat menjadi kurir spesial untuk customer-customer di wilayah perbatasan.

Bukan waktu yang singkat, Taufik menjalani rutinitas sebagai kurir pickup maupun delivery. Semua pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya hingga pengabdiannya selama belasan tahun ini tak lepas dari rasa cintanya kepada perusahaan yang telah menjadi rumah kedua baginya. Sesuai dengan visi dan misi JNE yang selalu memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pelanggannya dan menjadi rantai global dunia. Begitu juga dengan Taufik, rasa lelah sudah pasti dia rasakan, namun rasa bangga pun turut serta dalam perjalanannya ketika dia telah berhasil mengantarkan paket kepada setiap customer dengan selamat dan aman. Senyum customer, termasuk keramahan yang diterimanya, menjadi penghargaan tersendiri bagi dirinya.

Usianya yang tak lagi muda bukan halangan bagi Taufik untuk memberikan contoh yang baik bagi rekan kerjanya. Baginya, bekerja bukan tempat kita mengeluh kesah namun bekerja adalah perilaku ibadah. Begitu juga yang diterapkan JNE yang selalu mengingatkan bagi setiap karyawannya untuk tidak melupakan sholat lima waktu dan menjalankan ibadah adalah hal yang utama. Ketika sebuah pekerjaan itu dilakukannya secara ikhlas dan sabar, maka sesulit apapun pekerjaan itu, Taufik menjalaninya pun begitu mudah. Wilayah perbatasan dinilai sebagai daerah pengantaran yang cukup terisolasi dengan berbagai tantangan untuk mencapai alamat tujuan. Namun baginya, hal ini menjadi pengalaman seru sekaligus menambah wawasannya terhadap pemetaan wilayah. Sebagai perantau, Taufik tidak pernah menampik atau memilih-milih lokasi manapun saat penjemputan atau pengantaran paket. Baginya semua alamat sama, selama kita mau dan berusaha. Walaupun terkadang terkendala dengan nomor rumah, gang atau jalan yang jarang ditemui di Kabupaten Natuna ini. Dengan modal nekat dan kesungguhannya, Taufik mampu melewati berbagai tantangan tersebut. Bukan hanya keberhasilan yang diperolehnya, melainkan juga sebuah kepandaian membaca wilayah-wilayah terpencil sekalipun. Sehingga setiap pengalaman terpahitnya membuat Taufik terbiasa menghadapi persoalan di lapangan dan mampu melewatinya dengan baik.

Menyongsong 36 tahun JNE berada dan terus bergerak maju. JNE yang terus melakukan berbagai inovasi cerdas dan berkualitas guna meningkatkan pelayanan terbaik bagi setiap pelanggannya. JNE pun ada untuk selalu mengantarkan kebahagiaan kepada setiap customernya. JNE yang selalu melakukan perubahan demi perubahan dan mengikuti roda zaman yang semakin berputar cepat. Ditengah persaingan bisnis yang semakin sengit. Namun, JNE tidak gentar akan setiap rintangan yang dihadapinya. Natuna, menjadi wujud nyata JNE, bahwa JNE hadir untuk negeri. JNE hadir untuk segala penjuru dunia, wilayah-wilayah terpencil, perbatasan sehingga dia tumbuh dan dicintai oleh siapa saja. JNE bukan hanya perusahaan yang mengejar profit bisnis semata namun spiritual sumber daya manusianya yang selalu JNE nomorsatukan dan pertahankan. Keseimbangan antara bisnis dan nilai spiritual inilah yang membawa JNE semakin dikenal dan besar di mata dunia. JNE yang selalu berpegang teguh dengan filosofi “Berbagi, Memberi dan Menyantuni” menjadi jalan keberkahannya. Dengan tiga mutiara kata itulah, JNE hidup dengan selalu berbagi apa yang sudah diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepadanya untuk diberikan kembali sebagiannya kepada orang yang membutuhkan baik secara materi, waktu, perhatian dan juga ilmu. Begitu juga, JNE yang selalu memberi apapun kepada orang lain secara ikhlas sebagai bentuk kebaikan dan cinta kasih. Dan JNE tetap bertahan dengan cara menyantuni anak yatim, dhuafa dan orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan.

Jika kita melihat perjalanan JNE dari waktu ke waktu, sejak tahun 1990. JNE tidak terhenti dalam satu waktu dan kondisi yang sama. Namun, JNE selalu melakukan perubahan demi perubahan, kemajuan demi kemajuan dengan menyesuaikan perkembangan zaman dan teknologi. Menuju umur JNE yang ke 36 tahun inilah, di tengah gempuran gejolak ekonomi yang sedang tidak menentu ini tentu JNE akan berpikir keras untuk selalu melakukan pertimbangan besar agar JNE terus hidup dan berjaya. Jatuh bangun sudah pasti telah dilalui JNE dalam perjalanannya. Segala inovasi, baik dari segi SDM, pelayanan, berbagai pendekatan dan juga perubahan nyata. JNE pun menggandeng para pelaku UMKM, mitra kerja, perusahaan, instansi swasta, pemerintahan juga media tentunya untuk bisa saling berkolaborasi dalam satu tujuan, saling menguntungkan dan tentunya maju bersama.

Taufik adalah contoh nyata dalam keluarga JNE yang telah lama berkecimpung selama belasan tahun. Tonggak JNE berada para pundak kurir seperti Taufik. Bukan hal yang mudah untuk bisa bekerja dengan hati. Banyak tantangan dan rintangan yang dihadapinya. Terlebih di tengah maraknya kebijakan efisiensi di berbagai sektor saat ini. Tidak dimungkirinya, JNE pun di titik dimana dia sedang berada di atas jurang yang sangat tinggi. Namun di tengah hempasan angin dan badai yang kian menghantam perusahaan ini, JNE tetap berdiri kokoh sampai saat ini. JNE tetap mengayomi struktur perusahaan di dalamnya dari tingkat terbawah hingga teratas, dari tingkat terdalam hingga terluar. Dan dalam setiap event kebersamaan keluarga besar JNE, JNE selalu berpesan bahwa JNE bukan hanya sebagai jasa pengiriman, namun mempunyai peran luas dengan menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Mungkin bisa dibilang JNE adalah spiritual, keluarga dan bisnis. Menomorsatukan spiritual di awal adalah cara JNE untuk selalu tumbuh, berkembang dan maju.

Owner /pelaku UMKM jajanan Natuna, Yana Febrianti. (Foto : Yana Febrianti)

“JNE menjadi satu-satunya ekspedisi yang membuka layanan pengiriman dari Ranai, Natuna untuk pengiriman ke luar daerah”, kalimat yang saya simpulkan ketika berbicara dengan salah satu pelaku UMKM di kabupaten Natuna, dialah Yana Febrianti. Kurang lebih dalam setahun ini dia bertahan untuk menggunakan JNE sebagai ekpedisi pengiriman produk-produk yang dijualnya. Yana, yang memiliki akun shopee Jajanan Natuna ini telah menyandang predikat bintang lima baik dalam penilaian toko dan juga pengiriman. Banyak pelanggan Yana yang berasal dari luar daerah diantaranya dari pulau Jawa dan Sumatera. Dia menjual berbagai produk lokal kabupaten Natuna diantaranya tikar Natuna, batik motif tikar Natuna, mi sagu, gula ijuk, bubur pedas kering, berbagai jenis kerupuk ikan dan jajanan khas lainnya. Dia merasa tertolong dengan adanya ekpedisi JNE ini, selain mempunyai pelayanannya yang bagus juga memberikan pendekatan yang humanis pada setiap pelanggannya. JNE memang tidak selamanya sempurna di mata pelanggan. Namun, Yana merasa puas akan pelayanannya yang cepat dan setiap terjadi kendala di lapangan terkait pengiriman, JNE selalu sigap untuk segera diselesaikannya dengan baik.

JNE tidak hanya menjadi kawan bagi para pelanggannya, tetapi memberikan pelayanan yang maksimal dengan menghadirkan berbagai kemudahan. Branding yang bagus dan juga kualitas pelayanan JNE yang baik, menjadikan JNE mendapatkan tempat terbaik di hati pelanggannya. JNE bukan hanya hadir sebagai mitra tapi juga hadir menjadi bagian keluarga pelanggannya. JNE pun selalu memberikan apresiasi setiap pencapaian penjualan dan pengiriman pelanggannya melalui jasanya. Tak hanya itu, JNE selalu melibatkan para pelaku UMKM untuk bergerak maju bersama dengan memberikan fasilitas pelatihan bersama para ahli diantaranya : workshop pelatihan untuk meningkatkan penjualan, ekonomi kreatif dan literasi digital. Hal ini ini sudah tentu menjadi hal penting untuk terus bergerak dan maju bersama. Bukan hanya itu, JNE turut hadir dalam mempromosikan produk-produk UMKM daerah ke luar daerah lainnya dari sabang sampai merauke, menggandeng para tim kreatif untuk turut serta mengembangkan bisnis UMKM agar bisa berjalan di semua jalur baik nasional maupun internasional dengan pelayanan PESONA JNE.

Yana mengaku selama menggunakan jasa ekspedisi JNE belum menemukan kendala apapun. Estimasi pengiriman sesuai dengan yang tertera di marketplace. Begitu juga dengan setiap produk yang dikirimnya telah sampai dalam waktu yang tepat, aman dan tak jarang customer melakukan repeat order untuk produk jualannya. Menurutnya, JNE tak hanya memberikan pelayanan jasa pengiriman barang tetapi juga menghadirkan pelayanan yang lebih dari sekadar jemput dan kirim, melalui pendekatan personal kepada pelanggan. JNE menjadi bagian keluarga Yana, mengiringi setiap rejeki setiap hari yang ia dapatkan. Pelayanan ekstra lainnya, JNE tidak hanya memandang mitra kerja sebatas keuntungan semata, tetapi juga melibatkan mereka untuk tumbuh, maju dan berkembang bersama.

Cerita Yana tidak hanya sampai di sini. Menurutnya, setiap produk yang dijualnya akan mencari dan menemui tuannya di mana pun berada. Ekpedisi adalah senjata paling penting bagaimana produk kita bisa dikenal di belahan bumi manapun. Indonesia yang juga terdiri dari negara kepulauan pasti akan saling terhubung jika kita mendapatkan mitra jasa pengiriman yang bagus. JNE salah satu penghubung kebahagiaan dari daerah-daerah di luar sana. Apalagi Natuna adalah pulau terluar Indonesia. Metode online adalah satu-satunya cara jitu agar produk UMKM suatu daerah dapat tersebar di wilayah-wilayah jauh kepulauan. Sudah pasti Yana akan sangat berterima kasih dengan segala pelayanan sempurna dari sebuah ekpedisi ketika produknya mempunyai packaging yang baik, estimasi waktu pengiriman sesuai yang dijanjikan dan juga aman saat perjalanan hingga sampai di tangan customer. JNE bukanlah satu-satunya ekpedisi yang dibilang sempurna, namun JNE selalu ingin dan selalu menjadi ekspedisi yang menerima segala kritikan customernya. Setiap kritik dan saran selalu ditampung JNE untuk kemudian ditindaklanjuti. Hal ini membuat JNE mampu bertahan hingga saat ini. Bahkan, banyak sekali perusahaan maupun sesama jasa ekpedisi turut menjalin kemitraan dengan JNE. Inilah penyebab mengapa JNE selalu ada bukan hanya sebuah bisnis yang berjalan namun sebuah keluarga yang saling terhubung satu sama lain dengan segala kemajuan bukan hanya untuk dirinya saja namun bersama lingkungan sekitarnya.

Kedai Jajanan Natuna milik Yana di alun-alun Pantai Piwang. (Foto : Yana Febrianti)

Setiap weekend dan juga event-event spesial di hari libur, Yana juga berjualan di alun-alun pantai Piwang. Pantai piwang adalah central bisnis para pelaku UMKM di kota Ranai, kabupaten Natuna. Pantai Piwang tidak hanya sebagai tempat berkumpulnya warga Natuna untuk menghibur diri, bersantai ataupun hanya sekadar duduk-duduk menikmati pemandangan nyiur ombak lembut air laut yang tenang, namun juga banyak pelaku UMKM juga memanfaatkan tempat ini untuk peluang mencari rejeki. Jajanan lengkap dari segala makanan, minuman, mainan bahkan kebutuhan alat rumah tangga semuanya tersedia. Cukup disyukuri rejeki dari mana saja yang selama ini Yana terima. Apapun dijalaninya demi asap dapur keluarga yang terus mengepul.

Sebagai ibu rumah tangga yang juga harus mengurusi keluarganya, Yana adalah sosok wanita hebat yang hidup cukup lama di Natuna. Meski demikian, ia tetap harus menghadapi banyak tantangan dalam menjalankan usahanya di Kabupaten Natuna, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sedang lesu akibat kebijakan efisiensi yang turut berdampak pada pelaku UMKM seperti dirinya. Pelanggan yang datang ke kedainya pun bisa dihitung. Perlu diketahui bahwa Natuna di dominasi oleh perantau dari luar daerah mulai dari masyarakat transmigran juga para Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintah daerah atau juga orang luar daerah yang ditempatkan untuk mengabdi di Natuna dengan mengandalkan gaji yang diperolehnya disamping harus mempertimbangkan pengeluaran mereka di setiap bulannya. Sedangkan pribumi Natuna adalah mayoritas mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan. Secara geografis Natuna adalah pulau cukup kecil di ujung utara negeri yang dikelilingi oleh lautan. Sehingga hasil laut menjadi sektor yang paling mendominasi.

Dari kondisi tersebut, mayoritas konsumen di Natuna merupakan para pendatang dari luar daerah. Namun, mereka juga harus memiliki perhitungan ekonomi yang matang untuk bertahan hidup di Natuna, mengingat harga berbagai kebutuhan pokok dan komoditas rumah tangga di daerah ini relatif tinggi. Tingginya harga barang dipengaruhi biaya transportasi menuju Kabupaten Natuna yang cukup mahal, terutama melalui jalur udara sebagai akses tercepat. Meski tersedia alternatif transportasi laut, yang waktu tempuhnya jauh lebih lama dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Selain itu, pelabuhan utama di Selat Lampa juga memiliki jarak yang cukup jauh dari pusat Kota Ranai.

Kondisi tersebut berdampak pada tingginya biaya bahan baku yang harus ditanggung pelaku UMKM, sehingga harga jual kepada konsumen pun ikut meningkat. Persoalan ini menjadi tantangan berkepanjangan bagi para pelaku UMKM di Natuna. Bahkan, tidak sedikit usaha yang terpaksa gulung tikar, meski sebagian lainnya masih bertahan demi mencari rezeki. JNE selalu hadir di tengah permasalahan yang dihadapi para pelaku UMKM, mulai memberikan ruang untuk berdiskusi melalui berbagai lokakarya, menyediakan layanan gerai pengiriman hingga membantu promosi produk UMKM di sela-sela pameran produk UMKM lintas daerah yang saling terhubung. Harapan besar Yana untuk perusahaan JNE, semoga di usia menuju 36 Tahun ini, JNE terus menjadi perusahaan yang relevan dari masa ke masa serta mampu berkontribusi bagi kemajuan negeri tercinta, Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....