Anak Petani Natuna Lolos Beasiswa PEPI, Harumkan Nama Daerah
- 07 Mei 2026 20:09 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natun – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Natuna. Seorang anak petani asal SP 1 Ranai bernama Vita Olita, siswi MAN 1 Natuna, berhasil lolos seleksi masuk Politeknik Engineering Pertanian Indonesia. Vita lolos melalui program beasiswa pendidikan vokasi pertanian di bawah Kementerian Pertanian .
Vita dinyatakan lolos pada Program Diploma III Tata Air Pertanian setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang cukup ketat. Seleksi tersebut diikuti peserta dari sekitar 120 sekolah di seluruh Indonesia.
Dalam prosesnya, ia harus menjalani tes administrasi tingkat nasional dan wawancara. Tes yang diikuti juga meliputi pemeriksaan kesehatan lengkap seperti tes darah, narkoba, radiologi, gigi, mata, dan tes fisik lainnya.
Keberhasilan Vita menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Natuna, khususnya keluarga petani di daerah perbatasan. Putri dari Supadi, seorang petani sederhana yang sehari-hari bekerja di kebun karet dan salak itu membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi berkualitas tingkat nasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Natuna, Wan Sazali, mengatakan pihaknya turut membantu proses administrasi dengan memberikan surat rekomendasi sebagai bukti bahwa Vita benar-benar berasal dari keluarga petani.
“Ya, kemarin itu memang mereka datang ke kantor kita dan meminta bantuan. Kita memberikan rekomendasi bahwa memang benar mereka adalah anak petani. Hal ini juga langsung kami sampaikan kepada Ibu Bupati,” ujar Wan Sazali.
Menurutnya, rekomendasi tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap anak-anak petani yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang pertanian modern. Ia menyebutkan sejak tahun 2024 hingga 2026 sudah ada tiga putra-putri Natuna yang berhasil lolos masuk PEPI Serpong.
Wan Sazali berharap keberhasilan Vita dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Natuna untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan di sektor pertanian dan teknologi pangan. Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan teknologi dan inovasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan saat bertemu Vita dan sang Ayah Suoardi di ruang kerjanya Rabu 6 April.2026 menyampaikan apresiasi atas keberhasilannya menembus perguruan tinggi vokasi pertanian tersebut. Ia menilai rekomendasi yang diberikan Pemerintah daerah turut menjadi salah satu bentuk kepercayaan sehingga mahasiswa dari Natuna mendapatkan kesempatan beasiswa.
“Dan salah satu rekomendasi itu memberikan kepercayaan mereka untuk memberikan beasiswa. Kedepan tentunya dari universitas tersebut kita dari Pemerintah Daerah akan mengusulkan kerja sama supaya lebih banyak lagi anak-anak Natuna bisa diterima dan mendapatkan beasiswa di sana,” ujar Cen Sui Lan.
Vita sendiri mengaku awalnya mengetahui informasi pendaftaran PEPI melalui media sosial saat sedang menikmati masa libur sekolah. Rasa penasaran membuatnya langsung mencari informasi lebih lanjut mengenai kampus tersebut melalui internet.
“Saat itu lagi libur, scroll TikTok dan Instagram, tiba-tiba muncul informasi tentang PEPI. Saya langsung cari tahu di Google, ternyata ada beasiswa. Akhirnya coba daftar dan langsung menyiapkan berkas,” ungkap Vita.
Setelah melengkapi dokumen, Vita mendatangi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Natuna untuk meminta surat rekomendasi. Berkat kerja keras dan dukungan berbagai pihak, ia berhasil lolos administrasi dan melanjutkan ke tahap berikutnya.
“Alhamdulillah lolos administrasi, lanjut wawancara, tes kesehatan sampai akhirnya diterima. Memang rezeki,” katanya.
Sebagai anak petani, Vita mengaku sudah terbiasa membantu orang tuanya bekerja di kebun sejak kecil. Ia sering ikut menyadap karet bersama ayahnya pada pagi hari dan membantu memilah hasil panen salak untuk dijual.
“Bapak memang petani. Di rumah ada kebun karet dan kebun salak sekitar ratusan batang. Kadang saya ikut motong getah, bantu panen dan sortir buah,” ujarnya.
Pengalaman hidup di lingkungan pertanian membuat Vita memiliki cita-cita besar untuk memajukan sektor pertanian Indonesia melalui teknologi. Ia berharap generasi muda tidak lagi memandang profesi petani sebagai pekerjaan yang kuno atau tidak menjanjikan.
“Kalau bukan kita yang melanjutkan pertanian, siapa lagi? Indonesia tidak mungkin terus bergantung pada impor pangan dari luar. Saya ingin jadi engineer pertanian, ingin membuktikan perempuan juga bisa paham teknologi dan mesin,” ucapnya penuh semangat.
Vita juga bercita-cita membuka bengkel alat dan mesin pertanian khusus alsintan di masa depan agar dapat membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan teknologi modern.
Di akhir wawancara, Vita menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Natuna, khususnya Bupati Natuna dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang telah membantu proses rekomendasi dan memberikan dukungan selama proses seleksi berlangsung.
“Terima kasih banyak untuk Ibu Bupati dan Bapak Dinas Pertanian karena tanpa bantuan beliau-beliau mungkin saya tidak bisa lolos. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih,” tutup Vita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....