Tumbuh Bersama Layar, Gen Z di Era Digital
- 23 Jan 2026 11:59 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna- Layar ponsel bukan lagi sekadar alat komunikasi. Bagi Generasi Z, layar adalah jendela pertama untuk mengenal dunia. Sejak bangun tidur hingga menjelang terlelap, kehidupan mereka nyaris tak pernah lepas dari sentuhan digital. Di sanalah informasi mengalir, kreativitas tumbuh, dan identitas perlahan dibentuk.
Generasi Z lahir dan besar di tengah kemajuan teknologi yang bergerak cepat. Internet bukan sesuatu yang mereka pelajari belakangan, melainkan bagian dari keseharian. Media sosial menjadi ruang berekspresi, berbagi cerita, sekaligus mencari pengakuan. Dari konten kreatif, video singkat, hingga bisnis daring, Gen Z menunjukkan cara baru dalam memanfaatkan teknologi.
Di balik layar, lahir generasi yang adaptif dan berani mencoba. Banyak anak muda kini menjadikan dunia digital sebagai ladang peluang. Mereka membangun personal branding, memasarkan produk lokal, hingga menggerakkan kampanye sosial hanya lewat genggaman tangan.
Salah satu perwakilan Generasi Z, Ira, menilai bahwa anak muda harus memiliki pola pikir terbuka terhadap perubahan digital yang terus berkembang. Menurutnya, sikap autominded terhadap pembaruan digital menjadi kunci agar tidak tertinggal zaman.
“Gen Z harus autominded terhadap pembaharuan digitalisasi. Kita tidak bisa menutup diri dari perkembangan teknologi, justru harus cepat beradaptasi,” ujar Ira.
Ira juga menekankan pentingnya kreativitas di tengah pesatnya kemajuan kecerdasan buatan. Di era saat teknologi mampu menggantikan banyak peran manusia, kreativitas menjadi nilai pembeda yang tidak mudah ditiru.
“Sekarang kita bersaing bukan hanya dengan sesama manusia, tapi juga dengan AI. Karena itu, Gen Z harus lebih kreatif dan punya ciri khas,” tambahnya.
Namun, tumbuh bersama layar juga menghadirkan tantangan. Arus informasi yang deras kerap membuat Gen Z berada di persimpangan antara realitas dan dunia maya. Tekanan untuk selalu tampil sempurna, kecanduan gawai, hingga paparan informasi tanpa saring menjadi sisi lain yang harus dihadapi. Literasi digital pun menjadi kunci agar teknologi tetap memberi manfaat.
Meski begitu, Gen Z terus belajar menemukan keseimbangan. Mereka mulai menyadari pentingnya jeda, interaksi nyata, dan makna di balik setiap unggahan. Layar tetap menjadi sahabat, namun bukan satu-satunya tempat berpijak. Di era digital ini, Gen Z bukan sekadar penonton. Mereka adalah pelaku perubahan. Tumbuh bersama layar, Generasi Z menulis cerita zamannya sendiri—tentang adaptasi, kreativitas, dan masa depan yang terus bergerak mengikuti sentuhan jari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....