Tantangan Pembudidaya Ikan Air Tawar di Natuna

  • 18 Feb 2025 08:38 WIB
  •  Ranai

KBRN, Ranai: Budidaya ikan lele mulai dikenal di Kabupaten Natuna, meskipun bagi sebagian besar masyarakat, hal ini masih terbilang baru. Kondisi tersebut wajar mengingat Kabupaten Natuna, yang sebagian besar wilayahnya berupa perairan, lebih mengandalkan ikan laut sebagai komoditas utama. Mayoritas masyarakat di Natuna umumnya mengonsumsi ikan laut. Namun, dengan semakin berkembangnya kabupaten ini dan banyaknya pendatang dari luar daerah, permintaan terhadap ikan air tawar mulai meningkat, membuka peluang baru bagi masyarakat.

Tren budidaya ikan air tawar, termasuk lele, semakin berkembang di berbagai kecamatan di Natuna. Salah satunya adalah Arifin, seorang peternak dari Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur. Berusia 40 tahun, Arifin memulai usaha budidaya ikan lele setelah mendapatkan pengetahuan di bidang perikanan dari pendidikan yang ditempuhnya. Ia melihat adanya potensi besar dalam usaha pembibitan ikan lele untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Namun, perjalanan Arifin dalam mengembangkan usaha budidaya ikan lele tidak selalu berjalan mulus. Beberapa tantangan sering dihadapi, salah satunya adalah keterbatasan ketersediaan pakan yang menjadi kendala utama dalam pembibitan lele. Meskipun demikian, Arifin tetap berupaya untuk terus mengatasi tantangan tersebut dan mengembangkan usaha budidaya ikan lele di Natuna.

"Pakan yang menjadi persoalan seperti terbatasnya ketersediaan cacing sutra yang tidak ada dijual di pasar Ranai," tuturnya saat ditemui RRI Selasa (18/2/2025).

Lelaki berusia 40 tahun tersebut dalam mengembangkan usaha pembibitan ikan lele, selain kesulitan mendatangkan pakan juga termasuk ketersediaan indukan lele yang harus didatangkan dari luar daerah. Berbicara soal pengalaman, lelaki berusia 40 tahun ini dapat dikatakan cukup handal dalam menekuni usaha pembibitan ikan lele, betapa tidak lelaki yang lahir di Desa Sepempang ini juga menyandang gelar Sarjana di bidang perikanan.

"Selain pakan benih pembibitan juga menjadi kendala bagi pembudidaya ikan lele karena untuk obat didatangkan dari luar daerah," Arifin.

Sementara itu, bibit lele hasil budidaya lelaki berusia 40 tahun itu saat ini dijual ke peternak ikan air tawar untuk wilayah Bunguran Besar Natuna dan Sedanau Kecamatan Bunguran Timur. Selain mengembangkan budidaya pembibitan ikan lele lelaki yang lulusan sarjana perikanan tersebut menjadi tenaga pendamping penyuluhan di lapangan di bidang perikanan dan kelautan.

"Lele hasil budidaya ini baru dijual kepada masyarakat di wilayah Bunguran Besar Natuna," tambah Arifin.

Berbekal pengalaman dan kolam berlapiskan terpal berukuran kecil, lelaki berusia 40 tahun ini mampu menghasil hingga puluhan juta sekali panen. Jumlah tersebut belum termasuk biaya operasional dalam mengembangkan usaha pembibitan yang juga memerlukan biaya yang banyak di tengah mahal harga pakan maupun obat-obatan sebagai vitamin ikan lainnya. Usaha budidaya ikan air tawar di Natuna juga diharapkan mendapat perhatian dari pemerintah, agar ke depan produksi mereka terus meningkat dalam memenuhi kebutuhan perekonomian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....