Menuai Berkah Dari Usaha Tempe

  • 17 Feb 2025 10:32 WIB
  •  Ranai

KBRN, Natuna: Bagi kebanyakan masyarakat Natuna tempe dan tahu mungkin bukan menjadi hidangan favorit seperti halnya makanan berbahan ikan. Meskipun demikian kedua jenis makanan dari bahan kedelai ini juga sudah cukup dikenal oleh masyarakat Natuna terutama dalam 3 dasawarsa terakhir.

Berbeda halnya dengan warga pendatang terutama dari pulau jawa yang ada di Natuna, dimana tempe dan tahu adalah makanan tradisonal yang juga tidak kalah dalam hal pemenuhan kandungan gizi seperti protein nabati.

Seiring dengan datangnya warga pulau jawa melalui program transmigrasi di Natuna sekitar awal tahun 1980-an, maka tempe dan tahu juga mulai ikut diperkenalkan kepada masyarakat daerah ini. Dan dalam perkembangannya tempe dan tahun semakin dikenal oleh warga tempatan, dan bahkan kini menjadi sajian hidangan sehari-hari.

Barang kali Bapak H. Mahfuddin bukan orang pertama yang memulai untuk mengenalkan kedua jenis makanan ini kepada warga tempatan di Natuna. Namun menilik dari usaha produksi tempenya yang dimulai sejak sekitar tahun 1983 di Desa Air Lengit Kecamatan Bunguran Tengah, boleh jadi juga pria paruh baya ini merupakan salah satu perintis usaha khususnya tempe di Natuna.

“Untuk usaha tempe ini sejak 1983 sudah saya lakoni bersama keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, untuk penjualan selain diantar kepasar kita juga jajakan secara keliling kerumah-rumah warga,” ucap H. Mahfuddin. Senin, (17/02/2025).

Jika dulu pada awal-awal merintis usahanya Pak De Mahfudin, panggilan akrabnya. Mampu memproduksi dalam 40 hingga 50 Kilogram tempe perhari. Untuk jumlah tersebut ia dibantu oleh beberapa orang tenaga kerja. Namun untuk saat ini, Ia hanya memproduksi sekitar 5 hingga 7 kilogram tempe dengan hanya dibantu oleh sang istri. Selain karena sudah semakin ramainya usaha produksi yang serupa juga dikarenakan faktor usia.

Dengan usia yang sudah mencapai 80 tahun lebih, Pak De Mahfuddin kini mengaku tidak terlalu banyak berkeinginan untuk mengembangkan usaha produksi tempenya. Memiliki anak dan cucu yang sudah mandiri merupakan kebanggan tersendiri di usia senjanya seraya lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tuhan sang pencipta alam semesta.

Natuna yang terus berkembang dengan jumlah penduduk terus bertambah serta dihuni oleh banyak pendatang lainnya kini memang semakin akrab dengan sajian tempe dan tahu. Makanan yang semakin memperkaya kuliner dari warga masyarakat didaerah ini sekaligus sebagai symbol penyatuan budaya lewat sajian tradisional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....