Trend Arisan Kue Lebaran, Lebih Hemat
- 16 Mar 2026 08:25 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Menjelang hari raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan sajian di meja tamu mulai meningkat. Menariknya, tahun ini tren arisan kue lebaran kembali meledak dan menjadi primadona di tengah masyarakat.
Fenomena ini dinilai sebagai strategi jitu untuk menjaga dapur tetap mengepul . Tidak kalah penting tanpa harus menguras tabungan secara mendadak.
Berbeda dengan membeli paket kue kering secara tunai yang harganya kerap melonjak drastis mendekati hari H. Arisan kue menawarkan skema cicilan yang sangat terjangkau.
Cukup dengan menyisihkan uang mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000 per bulan, warga sudah bisa membawa pulang paket lengkap berisi nastar, kastengel, hingga putri salju saat menjelang Lebaran.
"Kalau beli sekaligus pas mau Lebaran, terasa berat banget di ongkos. Apalagi harga mentega dan telur biasanya naik. Dengan ikut arisan sejak 10 bulan lalu, saya nggak pusing lagi mikirin stok camilan buat tamu," ujar Ibu Fitri, salah satu warga Natuna yang rutin mengikuti arisan di lingkungannya.
Ada beberapa alasan mengapa sistem ini dianggap lebih menguntungkan bagi masyarakat:
- Manajemen Keuangan: Memecah pengeluaran besar menjadi biaya mingguan yang tidak terasa.
- Kualitas Terjamin: Biasanya dikelola oleh pembuat kue rumahan (UMKM) lokal yang menggunakan bahan segar tanpa pengawet berlebih.
- Kepastian Stok: Peserta arisan mendapatkan prioritas distribusi, sehingga terhindar dari kelangkaan barang di pasar atau swalayan.
- Ajang Silaturahmi: Proses pengumpulan uang arisan seringkali menjadi momen kumpul warga yang mempererat hubungan tetangga.
Dampak Positif bagi UMKM Lokal
Tren ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga menjadi angin segar bagi pelaku usaha rumahan. Dengan sistem arisan, para perajin kue mendapatkan kepastian jumlah pesanan sejak jauh hari, sehingga mereka bisa melakukan stok bahan baku dengan harga yang lebih murah sebelum kenaikan musiman terjadi.
"Sistem arisan ini membantu kami dalam perputaran modal. Kami jadi tahu pasti berapa toples yang harus diproduksi, jadi minim risiko rugi," ungkap Rina, seorang pengusaha kue kering rumahan.
Dengan semakin kreatifnya warga dalam mengelola keuangan, Lebaran tahun ini diharapkan tetap meriah tanpa harus membebani kondisi ekonomi keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....