Bisnis Gula Aren Dan Cara Membuatnya

  • 20 Agt 2025 09:45 WIB
  •  Ranai

KBRN,Ranai : Berbisnis gula merah aren menawarkan peluang usaha yang menjanjikan. Hal ini karena dengan modal terjangkau dan bahan bakunya yang melimpah.

Siti warga midai, Kabupaten Natuna, secara turun-temurun menggunakan gula aren sebagai pemanis alami. Bahan membuat gula aren ini di dapat dari nira pohon enau .

Disamping untuk kebutuhan rumah tangga, Siti bersama keluarga juga menjadikannya sebagai lahan bisnis.

Produksi gula aren di manfaatkan dalam berbagai produk makanan tradisional. Tidak heran jika gula aren kerap menjadi pilihan dibanding gula pasir karena memiliki aroma yang khas, rasa yang lebih manis alami, serta mengandung nutrisi dari bahan alaminya.

Dalam usaha bisnisnya, permintaan tidak hanya datang dari midai saja. Permintaan juga dayang dari luar seperti, Ranai, Pulau tiga, Tanjung Pinang dan Pontianak yang banyak mengincar produk organik dan ramah lingkungan ini .

Untuk harga gula aren bervariasi mulai dari harga 15 ribu sampai 25 ribu percup atau perkantong nya. Gula aren yang dibuat tergantung permintaan dari pelanggan masing-masing,.

Untuk cara membuat gula aren ini cukup mudah , sebagai berikut:

Bahan dan Alat yang Dibutuhkan untuk Membuat Gula Aren

Sebelum memulai proses pembuatan, pastikan Anda sudah menyiapkan bahan-bahan dan alat berikut:

  • Bahan Utama: Nira Aren

    Nira diperoleh dengan menyadap tandan bunga pohon aren. Pilih nira segar untuk mendapatkan hasil yang optimal

    Alat Tradisional:

    • Wajan besar untuk perebusan.
    • Tungku tradisional atau sumber panas lainnya.

      Sendok kayu untuk mengaduk.

      Cetakan untuk membentuk gula (bisa berbentuk bulat atau persegi).

    1. Proses Penyadapan Nira Aren

      Tahap awal adalah menyadap nira dari pohon aren. Tandan bunga pohon aren dipotong untuk menghasilkan cairan manis yang disebut nira. Cairan ini biasanya ditampung menggunakan wadah khusus seperti bambu atau ember yang bersih. Proses penyadapan ini biasanya dilakukan pada pagi hari, ketika nira masih segar dan belum terkontaminasi oleh suhu panas.

    2. Penyaringan Nira untuk Menjaga Kebersihan

      Setelah terkumpul, nira harus disaring terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran seperti serat tandan, debu, atau serangga kecil yang mungkin masuk selama proses penyadapan. Penyaringan dilakukan menggunakan kain bersih atau saringan khusus untuk memastikan bahwa cairan nira benar-benar murni.

    3. Perebusan Nira hingga Mengental

      Tahap selanjutnya adalah memasak nira di atas api. Perebusan dilakukan di wajan besar dengan api sedang hingga cairan nira mengental. Selama proses ini, nira harus diaduk secara konsisten menggunakan sendok kayu untuk menghindari gosong di bagian bawah. Perebusan ini dapat memakan waktu beberapa jam, tergantung pada jumlah nira yang dimasak dan tingkat kekentalan yang diinginkan.

    4. Pengadukan dan Pembentukan Gula

      Ketika nira mulai mengental dan berubah warna menjadi coklat tua, adonan gula diangkat dari api. Adonan kemudian diaduk terus-menerus hingga menjadi lebih kental dan siap dicetak. Setelah itu, tuang adonan ke dalam cetakan tradisional berbentuk bulat atau persegi.

    5. Pendinginan dan Penyimpanan Gula Aren

      Setelah dicetak, biarkan gula aren mendingin hingga mengeras. Setelah keras, gula bisa dilepaskan dari cetakan dan siap disimpan. Gula aren yang sudah jadi sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan sejuk untuk menjaga kualitasnya agar tetap awet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....