Wamenlu Dorong Penyelesaian Pemasaran Ikan Hidup Natuna ke Hongkong

  • 28 Agt 2026 15:54 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID. Natuna — Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arif Havas Oegroseno menilai potensi budidaya ikan hidup di Sedanau, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, sangat besar dan memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Namun, besarnya potensi tersebut masih dihadapkan pada kendala pemasaran ke luar negeri, khususnya terkait akses ekspor ikan hidup dari Natuna menuju Hongkong.

Hal tersebut disampaikan Arif setelah meninjau langsung keramba budidaya ikan Napoleon dan kerapu di Sedanau, Kecamatan Bunguran Bara,tKamis ,27 Agustus 2026. . Wamenlu saat itu juga didampingi oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan,

Dalam kunjungan tersebut, Wamenlu juga berdialog dengan Nato, s pengusaha budidaya ikan hidup di Sedanau. Wamenlu ingin mengetahui secara langsung kondisi serta berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha.

Dari dialog tersebut, terungkap adanya persoalan dalam pemasaran ikan hidup dari Natuna ke Hongkong yang selama ini menjadi salah satu pasar potensial bagi komoditas perikanan. Menindaklanjuti persoalan itu, Arif mengaku langsung menghubungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong untuk membahas kendala yang dihadapi pelaku usaha.

“Tadi sudah ngobrol-ngobrol dengan Pak Nato, dia menceritakan ada permasalahan pemasaran di Hongkong. Saya langsung telepon Pak Konsulat Jenderal kita di Hongkong,” ujar Arif.

Menurutnya, Nato juga telah menyampaikan secara langsung kepada Konsul Jenderal RI di Hongkong mengenai persoalan yang dihadapi dalam pemasaran ikan hidup dari Natuna. Arif mengatakan, pemerintah akan mencari solusi atas persoalan tersebut melalui komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah Hongkong.

“Gambaran permasalahan secara umum, ekspor ke Hongkong ada kesulitannya. Masih belum jelas sebenarnya pemerintah Hongkong itu kebijakannya seperti apa,” Ucapnya

Karena itu, menurut Arif, pemerintah perlu terlebih dahulu melakukan klarifikasi mengenai kebijakan dan aturan yang berlaku di Hongkong terkait pemasukan ikan hidup dari Indonesia. Setelah akar persoalan diketahui secara jelas, pemerintah akan menentukan langkah penyelesaian agar akses pasar bagi komoditas ikan hidup dari Natuna dapat kembali terbuka.

Arif menegaskan, persoalan tersebut penting segera dicarikan solusi karena sektor perikanan, termasuk budidaya ikan hidup, menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat Natuna. Menurutnya, terbukanya akses pasar luar negeri akan memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan usaha masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan di wilayah pesisir.

Kunjungan ke Sedanau menjadi momentum bagi pemerintah untuk melihat langsung potensi perikanan Natuna sekaligus mendengar berbagai kendala pelaku usaha. Dengan komunikasi bersama KJRI di Hongkong, pemerintah berharap persoalan pemasaran ikan hidup dari Natuna dapat segera diketahui akar masalahnya dan dicarikan jalan keluar bersama pemerintah Hongkong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....