Musim Durian, UMKM Mulai Dagangkan Produk Olahan Durian

  • 13 Jul 2026 07:09 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Musim bukan hanya tentang cuaca, di Natuna juga didapati musim buah-buahan yang dapat dipanen setahun bahkan dalam 2 kali seperti halnya buah durian . Pada pertengahan tahun ini , masyarakat Natuna kembali dapat menikmati buah durian yang sudah dapat dipanen oleh masyarakatnya di berbagai tempat.

Durian merupakan buah yang digemari banyak orang. Meski begitu, beberapa orang mungkin tidak menyukai buah yang kerap dijulukin Raja Buah ini.

Pada musim durian, tidak hanya petani durian yang meraih keuntungan. Pelaku UMKM juga mengambil peluang untuk menjual produk olahan dari durian, seperti lempuk durian.

Lempuk durian, kuliner tradisional berbahan dasar daging buah durian yang dimasak dengan gula, selalu menjadi primadona. Lempuk dibuat dengan proses sederhana namun memakan waktu.

Daging durian dicampur gula akemudian dimasak dengan api kecil selama 4 hingga 6 jam hingga teksturnya mengental, legit, dan aromanya khas. Karena daya tahannya yang cukup lama, lempuk sering dijadikan bekal perjalanan dan buah tangan khas daerah.

Ciri khas lainnya pada lempuk durian, khususnya untuk wilayah Natuna adalah lempuk durian dibungkus menggunakan “upeh” pelepah pohon pinang. Kemudian diasapi atau disalai, kemudian dijemur, supaya kering dan tidak lengket.

Di era digital, pelaku UMKM lempuk mulai berinovasi dalam hal kemasan dan pemasaran. Jika dulu lempuk hanya dibungkus upeh, kini produk ini sudah dikemas dalam toples vakum, standing pouch, hingga box eksklusif agar lebih higienis dan menarik.

Pemasaran pun sudah merambah ke marketplace dan media sosial. Hal ini membuat lempuk durian bisa dipesan dari berbagai daerah, bahkan luar pulau.

"Harga satu kilo lempuk berkisar antara Rp.100.000-Rp120.000. Satu kilo bisa 2-4 batang tergantung besar kecil bungkusan lempuknya” jelas Ida salah satu penjual Lempuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....