Harga Buah Kembang Semangkok Meningkat, Warga Ranai Mulai Berburu ke Hutan

  • 03 Jul 2026 13:47 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna- Memasuki musim panen, buah kembang semangkok mulai menjadi buruan masyarakat di sejumlah wilayah di Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Tingginya permintaan membuat harga komoditas hasil hutan tersebut tetap bertahan di tingkat yang cukup baik.

Di tingkat pengepul, buah kembang semangkok dalam kondisi basah saat ini dihargai berkisar antara Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, untuk buah kembang semangkok kering dengan kualitas terbaik, harga mencapai Rp130.000 per kilogram.

Harga yang cukup menjanjikan tersebut mendorong masyarakat memanfaatkan musim panen dengan mencari buah kembang semangkok langsung dari kawasan hutan. Aktivitas ini menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan bagi warga, terutama saat komoditas lain belum memasuki masa panen.

Dari pantau kami di lapangan ada beberapa warga dari wilayah Air Raya, Binjai, hingga Pian Tengah terlihat mulai menyusuri kawasan hutan untuk mengumpulkan buah kembang semangkok. Proses pencarian dilakukan secara tradisional dengan memperhatikan musim berbuah yang hanya terjadi pada waktu tertentu.

Selain dijual dalam kondisi basah, sebagian masyarakat memilih mengeringkan hasil panennya terlebih dahulu. Buah yang telah dikeringkan umumnya memiliki nilai jual lebih tinggi karena kualitasnya lebih baik dan lebih tahan disimpan sebelum dipasarkan.

Kembang semangkok merupakan salah satu hasil hutan non kayu yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat Natuna. Komoditas ini banyak dipasarkan kepada pengepul untuk selanjutnya didistribusikan ke berbagai daerah sesuai kebutuhan pasar.

Dengan harga yang stabil, keberadaan buah kembang semangkok diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Namun demikian, pemanfaatannya tetap perlu dilakukan secara bijaksana agar kelestarian pohon dan habitat alaminya tetap terjaga.

Masyarakat berharap musim panen tahun ini berlangsung dengan baik sehingga hasil yang diperoleh dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Stabilnya harga jual juga menjadi motivasi bagi para pencari untuk terus memanfaatkan potensi hasil hutan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....