Ketupat Sebagai Ladang Usaha Menjelang Tolak Bala
- 13 Feb 2025 08:43 WIB
- Ranai
KBRN,Ranai : Menjelang Ramadhan, tradisi tolak bala selalu dilakukan oleh masyarakat Natuna selama 3 kali jumat sampai masuknya bulan puasa. Dalam kegiatan tolak bala,selain berdo’a bersama dan tausiyah di masjid, masyarakat Natuna juga membawa santapan berupa kue dan ketupat.
Nah Ketupat ini selalu menjadi ciri khas di acara tolak bala. Bahkan setiap menjelang malam tolak bala, masyarakat Natuna selalu memanfaatkan momen tersebut untuk menjual sarang ketupat.
Beberapa hari sebelumnya warga sudah sibuk mencari daun kelapa untuk di anyam . Dan ini juga menjadi peluang bisnis bagi warga yang terampil dalam menganyam ketupat untuk dijual.
Suri warga ranai darat,merupakan salah satu warga yang selalu memanfaatkan momen acara tolak bala . Ia menjual sarang ketupatnya yang dibuat sendiri dengan harga harga 15 ribu rupiah per 30 sarang.
“ iya saya jikalau acara -acara macam ni saya jual sarang ketupat,lumayan juga untuk nambah-nambah duit jajan beli beras,saya mulai nganyam daun ketupat ni,hari rabu ,sekali sya jual itu sarang ketupatnya 250 bijik” ujar Suri.
Ia juga mengungkapkan untuk mencari daun ketupat ini agak sulit,ia bersama suami harus jauh kebun dulu untuk mancari daun yang agak besar.
“ daun ketupat ini memang agak sulit kita dapatkan ,karna daunnya harus betul-betul daun pilihan yang agak besar,ada pun banyak daunnya tapi kecil-kecil susah jadinya jikalau kita anyam terus dijual karna jika selesai di anyam ketupatnya kecil.
Ibu suri ini tidak hanya menjual sarang ketupatnya saja,tapi ia juga jual yang sudah di masak atau di rebus. Untuk harga yang sudah di rebus ia menjual dengan harga 2 ribu perbiji.
Penghasilan dari menjual ketupat ini biasanya meningkat. untuk setiap acara tolak bala,ia menghasilkan 400 hingga 500 ribu bahkan bisa juga mencapai 600 ribu rupiah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....