Pompong Nelayan Hantam Karang di Perairan Pulau Kerdau

  • 06 Okt 2026 06:23 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID. Natuna: Seorang nelayan asal Desa Batu Berian, Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna, Alendra, mengalami kecelakaan laut pada Minggu 4 Oktober 2026 sore. Kecelakaan terjadi setelah pompong yang dikemudikannya menabrak karang di perairan sekitar Pulau Kerdau.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat Alendra dalam perjalanan setelah mencari gurita atau yang dalam bahasa setempat disebut duyok di sekitar perairan Kerdau. Camat Serasan, Supardi, mengatakan setelah selesai mencari gurita, Alendra berencana melanjutkan perjalanan menuju Pulau Jepun untuk bermalam sebelum kembali ke Desa Batu Berian.

“Kejadiannya semalam sore, sekitar jam empat. Dia pergi ke laut mencari duyok atau gurita di sekitar Kerdau. Setelah mengambil gurita, rencananya dia mau bermalam di Pulau Jepun, tetapi saat menuju ke sana pompongnya menabrak karang.” Ujar Supardi

Benturan tersebut menyebabkan bagian buritan pompong mengalami kebocoran dan pecah. Kondisi kapal dengan cepat memburuk hingga akhirnya tidak mampu lagi bertahan di permukaan air.

Menurut Supardi, saat kejadian Alendra sempat melambaikan tangan untuk meminta pertolongan. Warga dan nelayan di wilayah Kerdau yang melihat kondisi tersebut kemudian segera memberikan bantuan.

“Buritan pompongnya bocor dan pecah. Dia sempat melambaikan tangan meminta pertolongan. Masyarakat atau nelayan di Kerdau melihat dan langsung membantu menyelamatkan Alendra.” Ucapnya

Pertolongan dilakukan dengan cepat karena dalam hitungan menit setelah mengalami kebocoran, pompong tersebut akhirnya tenggelam. Alendra kemudian berhasil dievakuasi ke daratan oleh nelayan Kerdau. Setelah diselamatkan, Alendra dibawa ke Desa Kerdau dan bermalam di wilayah tersebut. Kondisinya dipastikan selamat dan tidak mengalami luka serius akibat kecelakaan laut tersebut.

“Alhamdulillah, orangnya selamat. Malam itu dia menginap di Kerdau. Pompongnya memang tenggelam dalam hitungan menit setelah kejadian.” Ujarnya

Sementara itu, pada Senin pagi, nelayan dari Kerdau bersama nelayan asal Desa Batu Berian melakukan upaya pencarian dan membantu proses pengangkatan pompong yang tenggelam. Supardi menyebut, Pemerintah Desa Batu Berian juga memberikan bantuan kepada Alendra selama berada di Kerdau, termasuk memenuhi kebutuhan makan dan minumnya.

“Pagi ini nelayan Kerdau bersama nelayan Batu Berian sama-sama membantu mencari dan mengangkat pompong. Dari pihak desa juga sudah membantu kebutuhan makan dan minum selama Alendra berada di Kerdau.” Ucapnya

Terkait kecelakaan tersebut, Supardi mengatakan lokasi kejadian merupakan kawasan yang biasa digunakan nelayan untuk mencari gurita. Di sekitar lokasi tersebut, menurutnya, tidak terdapat rambu atau tanda khusus yang menunjukkan keberadaan karang.

Kondisi perairan yang relatif dangkal diduga menjadi salah satu faktor yang membuat karang sulit terlihat ketika pompong melintas. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih berdasarkan informasi awal dari korban dan masyarakat yang melakukan pertolongan.

“Di lokasi itu memang tidak ada tanda atau rambu karang. Itu daerah tempat nelayan mengambil duyok atau gurita. Mungkin karena airnya terlalu dangkal sehingga karangnya tidak terlihat ketika dia menuju ke Pulau Jepun.”

Supardi kembali mengingatkan para nelayan, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Serasan, agar meningkatkan kewaspadaan ketika melaut. Nelayan diminta memperhatikan kondisi cuaca, jarak pandang, serta karakteristik perairan yang dilalui.

“Kami mengimbau setiap nelayan agar berhati-hati ketika turun ke laut. Kondisi cuaca dan jarak pandang harus menjadi perhatian, sehingga perjalanan melaut maupun saat kembali ke darat bisa dilakukan dengan aman.” Ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....