Cuaca Natuna Diprakirakan Cerah Berawan, BMKG Imbau Warga Waspadai Petir dan Angin

  • 03 Okt 2026 09:35 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Pro2 RRI Ranai bersama Pro1 RRI Ranai menyiarkan kembali informasi cuaca Natuna kepada masyarakat melalui program Info Cuaca, Sabtu, 3 Oktober 2026. Informasi tersebut bersumber dari prakiraan cuaca yang disampaikan Forecaster BMKG Natuna, Sumihar Siahaan.

Sumihar menjelaskan, terdapat pertemuan angin atau konvergensi di sekitar wilayah Natuna yang menyebabkan penumpukan massa udara. Kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan, meskipun atmosfer yang cukup stabil menyebabkan potensi hujan di wilayah Natuna relatif berkurang.

“Adanya pertemuan angin (konvergensi) di sekitar wilayah Natuna menyebabkan penumpukan massa udara yang dapat mendukung pertumbuhan awan hujan. Namun kondisi atmosfer yang cukup stabil menyebabkan berkurangnya potensi terjadinya hujan di wilayah Natuna.” ungkap Sumihar.

Sumihar juga mengungkapkan cuaca pada pagi hari cuaca di seluruh wilayah Natuna secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Kondisi serupa diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari.

Memasuki malam hari, wilayah Natuna secara umum diprakirakan berada dalam kondisi berawan. Sementara pada dini hari, cuaca diprakirakan kembali cerah berawan hingga berawan.

Dari sisi parameter cuaca, suhu udara di wilayah Natuna diperkirakan berada pada kisaran 24 hingga 33 derajat Celsius. Kelembapan udara berkisar antara 60 hingga 93 persen, dengan angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 2 hingga 15 kilometer per jam.

Sementara itu, kondisi gelombang laut di wilayah Natuna diprakirakan berada pada kategori tenang hingga rendah, dengan ketinggian sekitar 0,2 hingga 0,5 meter. Kondisi tersebut menjadi salah satu informasi penting bagi masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap pertumbuhan awan gelap dan tebal yang menjulang tinggi atau cumulonimbus. Awan tersebut berpotensi menimbulkan guntur disertai petir, hujan lebat, angin kencang, serta perubahan kondisi gelombang laut secara tiba-tiba.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. BMKG menyebut kondisi lahan di wilayah Natuna berpotensi mudah terbakar seiring adanya fenomena El Nino dengan kategori sangat kuat, sehingga kewaspadaan dan pencegahan kebakaran perlu ditingkatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....