Kualitas Udara Serasan Timur Baik, PM10 113
- 30 Sep 2026 04:45 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna- Kualitas udara di Kecamatan Serasan Timur pada 28 September 2026 berada dalam kategori baik atau sehat berdasarkan hasil pemantauan UPTD Puskesmas Serasan Timur. Pengukuran menggunakan alat Partical Counter DAZ-400 dilakukan pada pukul 07.00 WIB, dengan hasil PM2.5 sebesar 33 mikrogram per meter kubik dan PM10 sebesar 113 mikrogram per meter kubik.
Kepala UPTD Puskesmas Serasan Timur, Tata Suparti, kepada RRI, Selasa 29 September 2026 mengatakan masyarakat tetap perlu menjaga kesehatan meskipun kondisi udara secara umum berada dalam kategori baik. “Kualitas udara hari ini masih dalam kondisi baik atau sehat, namun masyarakat tetap kami imbau menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas berat di luar ruangan,” ujarnya.
| Baca juga: Sekolah di Serasan Alihkan PTM Menjadi BDR |
Tata menjelaskan, konsentrasi PM2.5 tercatat 33 mikrogram per meter kubik dan masih berada di bawah standar baku mutu 55 mikrogram per meter kubik. Sementara PM10 mencapai 113 mikrogram per meter kubik atau berada pada kategori tidak sehat sehingga perlu menjadi perhatian, khususnya bagi kelompok masyarakat yang sensitif.
Selain kandungan partikulat, hasil pengukuran menunjukkan suhu udara mencapai 28 derajat Celsius. Kelembapan udara juga tercatat sangat tinggi, yakni 91 persen, yang berada jauh di atas kisaran kelembapan relatif 40 hingga 60 persen.
Menurut Tata, masyarakat tetap dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah sebagai langkah perlindungan dari paparan partikulat udara. Warga juga diminta mengurangi aktivitas berat di luar ruangan serta memperbanyak konsumsi air putih.
Ia menambahkan, masyarakat perlu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan. Apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek, sesak napas, atau demam, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Sementara itu, data UPTD Puskesmas Serasan Timur mencatat sebanyak 43 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA selama periode 1 hingga 26 September 2026. Seluruh kasus tersebut tercatat sebagai pasien rawat jalan, sedangkan pada 26 September tidak terdapat penambahan kasus ISPA.
Tata mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan kualitas udara di wilayah Serasan Timur. Pemantauan kondisi udara dan kesehatan masyarakat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak kabut asap serta menjaga kesehatan warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....