Air Embung Sebayar yang dialirkan PDAM belum diproritaskan keperluan Konsumi
- 16 Sep 2026 09:54 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Embung Sebayar telah resmi beroperasi secara permanen sejak 1 September 2026. Pengoperasian waduk buatan yang terletak di Desa Sungai Ulu, Kecamatan BunguranTimur, Kabupaten Natuna ini dilakukan oleh Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna untuk mengatasi krisis dan kekeringan pasokan air bersih akibat musim kemarau.
Fasilitas infrastruktur ini menjadi andalan utama Pemerintah Kabupaten Natuna dalam memperkuat ketahanan air warga, khususnya dalam menghadapi dampak kemarau panjang. Selain fungsi utamanya sebagai penampung air baku.

Untuk sementara waktu, air yang dialirkan langsung dari embung diprioritaskan bagi keperluan non-konsumsi. Hal ini dikarenakan air didistribusikan langsung dari sumber ke bak penampungan pelanggan tanpa melalui instalasi pengolahan air (IPA) terlebih dahulu. Pengujian kualitas air berkala tetap dilakukan oleh pihak terkait.
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna Agino Riko mengatakan, pemanfaatan air dari embung tersebut telah dilakukan sejak sepekan terakhir.
“Kita sudah mulai memanfaatkan embung karena sumber air yang selama ini digunakan perusahaan daerah sudah berkurang,” ucapnya.

Pendistribusian air kepada warga saat ini memanfaatkan jaringan milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Nusa. Untuk pengelolaannya juga diserahkan kepada perumda. Agino Rio, mengatakan air baku dari Embung Sebayar untuk sementara hanya dapat dimanfaatkan warga untuk keperluan selain konsumsi. Pasalnya, proses pendistribusian tidak melalui instalasi pengolahan air, melainkan dialirkan langsung dari sumber ke tempat penampungan sebelum disalurkan kepada warga.
“Kita akan melakukan pengujian terhadap air. Sampel sudah di ambil dan akan diuji ke puskesmas terlebih dahulu,” ucapnya.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Nusa Zaharuddin mengatakan terdapat perbedaan tingkat kejernihan air antara di sumber dan yang mengalir ke rumah warga berdasarkan pengamatan secara kasat mata. Namun, untuk memastikan kandungan bakteri dan mikroorganisme lain, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Ia mengatakan saat ini air dari Embung Sebayar hanya dialirkan kepada pelanggan yang terhubung dengan jaringan pipa dari sumber Bukit Berangin.
“Air yang mengalir ke rumah-rumah pelanggan bisa lebih jernih karena sudah kami campur dengan sumber air lain yang kondisinya lebih jernih,” katanya.
Berdasarkan sumber keterangan Ditjen Sumber Daya Air kementrian Pekerjaan Umum Kapasitas embung sebayar memiliki luas genangan sekitar18,5 hektare dengan volume tampungan mencapai ± 410.000 m³ serta menyuplai kebutuhan air baku sebesar 68 liter per detik. Dengan beroperasinya Embung sebayar tersebut, keluhan masyarakat akan air bersih di Natuna secara bertahap akan teratasi secara permanen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....