Kabut Asap Berisiko Ganggu Kesehatan, Masyarakat Diminta Waspada
- 07 Sep 2026 19:44 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, NATUNA - Kabut asap masih dirasakan masyarakat Natuna hingga saat ini, setelah berlangsung selama beberapa minggu terakhir. Kondisi tersebut membuat jarak pandang di sejumlah wilayah berkurang dan masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak kualitas udara akibat kabut asap.
Paparan kabut asap dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, bahkan dalam jangka pendek. Partikel polutan dalam asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan berdampak pada kesehatan tubuh, terutama paru-paru.
Menurut informasi kesehatan Halodoc, paparan kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma, bronkitis, hingga memperburuk kondisi Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Gejala yang dapat muncul antara lain batuk, sakit tenggorokan, demam, sesak napas, dan mengi.
Kabut asap juga dapat menyebabkan gangguan pada mata akibat kontak langsung dengan partikel polutan. Kondisi tersebut dapat membuat mata menjadi merah, perih, kering, dan berair.
Selain gangguan pernapasan dan mata, partikel halus dari polusi udara juga dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. Risiko tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang telah memiliki riwayat penyakit jantung.
Untuk mengurangi paparan, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker dengan kemampuan menyaring partikel halus, seperti N95 atau KN95, dapat membantu mengurangi paparan asap.
Masyarakat juga dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan cairan. Saat kabut asap berada pada kondisi pekat, pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup untuk mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan.
Pemantauan kualitas udara secara berkala juga penting dilakukan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan. Selain itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan serta melaporkan potensi kebakaran untuk mencegah meluasnya kabut asap.
Jika mengalami gangguan pernapasan yang semakin berat, seperti sesak napas parah, nyeri dada, batuk terus-menerus atau demam tinggi, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis. Penanganan lebih awal diperlukan agar kondisi kesehatan dapat segera diperiksa dan ditangani secara tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....