Tari Cik Abu Angkat Kehidupan Petani Kelapa8
- 16 Agt 2026 18:22 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Desa Kelarik Air Mali, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, menampilkan Tari Cik Abu dalam pawai budaya memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Tarian tersebut mengangkat kisah kehidupan masyarakat setempat pada masa lalu yang banyak menggantungkan kehidupan dari perkebunan kelapa.
Kepala Desa Kelarik Air Mali, Supriyadi, kepada RRI, Minggu, 16 Agustus 2026, mengatakan Tari Cik Abu menggambarkan aktivitas warga ketika mengumpulkan buah kelapa yang jatuh maupun memanen kelapa menggunakan peralatan sederhana. Kesenian tersebut menjadi upaya mengenalkan kembali kehidupan masyarakat terdahulu kepada generasi muda.
Menurut Supriyadi, dalam kehidupan masyarakat masa lalu, buah kelapa yang telah dikumpulkan kemudian diolah dengan cara disalai menggunakan api hingga kering. Hasil olahan selanjutnya dipikul untuk dijual kepada agen sebagai salah satu sumber penghasilan keluarga.
"Tari Cik Abu ini menceritakan kehidupan orang dulu, ketika masyarakat mengambil kelapa, mengumpulkan buah yang jatuh, kemudian disalai sampai kering dan dibawa untuk dijual kepada agen. Dulu di Kelarik Air Mali banyak petani kelapa dan banyak batang kelapa, sehingga kisah kehidupan tersebut kami angkat menjadi sebuah seni tari." Supriyadi menjelaskan, cerita tersebut menjadi bagian dari sejarah kehidupan masyarakat Kelarik Air Mali yang ingin terus dikenalkan melalui seni budaya.
Tari Cik Abu kemudian menjadi salah satu penampilan khas Desa Kelarik Air Mali dalam pawai budaya tingkat Kecamatan Bunguran Utara. Penyajian kesenian tradisional tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pengalaman masyarakat pada masa lampau dapat dikemas menjadi pertunjukan yang menarik.
Pemerintah Desa Kelarik Air Mali berharap keberadaan Tari Cik Abu tidak hanya menjadi tontonan dalam perayaan kemerdekaan. Kesenian tersebut diharapkan dapat terus dipelajari dan diwariskan sehingga cerita kehidupan masyarakat terdahulu tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Melalui pawai budaya HUT ke-81 RI, Desa Kelarik Air Mali menunjukkan bahwa sejarah masyarakat dapat menjadi sumber inspirasi dalam mengembangkan kesenian lokal. Tari Cik Abu menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya sekaligus pengingat terhadap kehidupan petani kelapa di masa lalu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....