BMKG Natuna: Hujan Lokal Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Natuna

  • 16 Jun 2026 10:02 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Natuna memprakirakan cuaca di wilayah Natuna pada Selasa, 16 Juni 2026 relatif stabil. Meski demikian, potensi hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara lokal di beberapa wilayah.

Informasi tersebut disampaikan Forecaster BMKG Natuna, Sumihar Siahaan, dalam program Info Cuaca yang disiarkan melalui Pro2 RRI Ranai dan direlay Pro1 RRI Ranai pada pukul 07.30 WIB. Program tersebut dipandu oleh penyiar Evi Suharti.

Berdasarkan analisis BMKG, kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh anomali suhu muka laut yang masih cukup tinggi di sekitar wilayah Natuna. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan hujan secara lokal, terutama pada pagi hingga siang hari.

Pada pagi hari, cuaca diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Pulau Bunguran, Midai, Serasan, dan Subi. Peluang terjadinya hujan pada periode pagi hingga siang hari diperkirakan berkisar antara 40 hingga 60 persen.

"Kondisi cuaca di wilayah Natuna cukup stabil hari ini, namun anomali suhu muka laut yang masih cukup tinggi mempengaruhi pembentukan awan hujan secara lokal. Peluang hujan pada pagi hingga siang hari berkisar 40 hingga 60 persen di beberapa wilayah Natuna," ujar Sumihar.

Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan berawan dan berpotensi terjadi hujan di beberapa wilayah Pulau Bunguran, Pulau Midai, Pulau Tiga, dan Pulau Laut. Sementara itu, pada malam hingga dini hari kondisi cuaca diprediksi cerah berawan.

BMKG mencatat suhu udara berada pada kisaran 25 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan antara 65 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan 8 hingga 30 kilometer per jam, sedangkan tinggi gelombang laut berkisar 0,3 hingga 1 meter atau berada pada kategori tenang hingga rendah.

Masyarakat tetap diimbau mewaspadai pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat memicu guntur, petir, hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi secara tiba-tiba. Warga yang tinggal atau beraktivitas di wilayah pesisir juga diminta memperhatikan potensi pasang tinggi air laut yang saat ini mencapai sekitar 2,2 meter di wilayah Natuna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....